Ada Perbedaan Data Dengan Form C1, Herzaky Minta Data Si Rekap Segera Diperbaiki

Pasalnya raihan suara dirinya versi C1 berbeda dengan data yang terinput dari Si Rekap.

|
Penulis: Mirna Tribun | Editor: Mirna Tribun
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra meminta agar data Si Rekap segera diperbaiki.

Perbaikan yang diminta oleh Kepala Bakomstra DPP Partai Demokrat bukanlah tanpa sebab.

Pasalnya raihan suara dirinya versi C1 berbeda dengan data yang terinput dari Si Rekap.

Padahal, kata dia, pihaknya sudah mendownload dan mencocokan form C1 yang ada di Si Rekap dengan C1 fisik yang dimiliki oleh para saksi.

Dipaparkannya, berdasarkan data yang dilansir dari laman pemilu2024.kpu.go.id, Selasa 20 Februari 2024 per pukul 15.00 WIB sudah masuk data dari 7.342 TPS, Partai Demokrat baru memperoleh 47.395 suara.

Sedangkan berdasarkan perhitungan manual pihaknya menggunakan form C1 rekap yang sudah diunggah di Si Rekap, baru dari 6.623 TPS saja, Partai Demokrat sudah memperoleh 56.376 suara.

Apresiasi Kinerja Penyelenggara Pemilu, Herzaky Dorong Upload C1 di Si Rekap Dipercepat

"Kami berharap data ini bisa diperbaiki segera. Bayangkan, berdasarkan hitungan manual kami, sama-sama dari form C1 rekap yang kami ambil dari website Si Rekap sendiri, suara kami sudah di 56.376, baru dari 6.623 TPS. Sedangkan data tabel dan grafik di Si Rekap yang berasal dari 7.342 TPS, malah suara kami baru 47.395," terangnya.

Memang benar, lanjut Herzaky, jika data yang dipakai ke depan adalah C1 rekap berdasarkan penghitungan dan rekap di kecamatan.

Lalu, data di sirekap akan diperbaiki berdasarkan rekap di Kecamatan.

Hanya saja, kata dia, ada dua pertanyaan pihaknya mengenai proses tersebut.

Pertama, saat revisi, ada partai-partai yang terus melaju, sedangkan partai Denokrat cenderung stagnan.

Kedua, ungkapnya, data Si Rekap ini menjadi konsumsi publik. Menjadi bahan rujukan publik. Menjadi bahan atau sumber berita media massa.

Hal ini, terangnya, yang menjadi permasalahan.

"Saat masyarakat menjadikannya sebagai rujukan, lalu media massa, media sosial berita besar mengutipnya, sedangkan datanya sendiri belum valid, jangan sampai situasi ini digunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab," katanya.

"Karena itu, menjadi penting perbaikan dilakukan segera, tanpa perlu menunggu penghitungan di kecamatan tuntas," pintanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved