Batik Tak Lagi Kuno, Cason Batik Hadir dengan Konsep Lebih Nyaman
"Nggak apa-apa, namanya usaha kita coba-coba. Dimanapun tempatnya kalau kita punya langganan, pasti ada aja pembeli," ungkapnya.
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ringkasan Berita:
- Ia menjelaskan, perkembangan kualitas kain, motif, dan model batik menjadi motivasi utama untuk serius mengembangkan usaha batik dan kebaya.
- Usaha tersebut telah dijalani selama belasan tahun. Sebelumnya, toko berlokasi di kawasan Nusa Indah Baru selama puluhan tahun sebelum akhirnya pindah ke lokasi baru.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemilik Cason Batik, Ria mengungkapkan alasan awal terjun ke usaha batik berangkat dari perubahan tren masyarakat terhadap batik. Menurutnya, pada awalnya batik kurang diminati karena dianggap kuno.
"Awal-awalnya orang tidak suka pakai batik karena modelnya terlalu dulu-dulu, masih agak kuno, kayak ibu-ibu. Tapi makin ke sini ternyata fashion batik lebih bagus," ujarnya saat diwawancarai tribunpontianak.co.id, di Jl WAK DALEK, Minggu 25 Januari 2026.
Ia menjelaskan, perkembangan kualitas kain, motif, dan model batik menjadi motivasi utama untuk serius mengembangkan usaha batik dan kebaya.
Selain faktor tren, kepedulian terhadap identitas budaya Indonesia juga menjadi alasan kuat.
"Batik kan milik Indonesia ya, takutnya nanti jarang dipakai terus diklaim sama orang lain. Kita kurang senang, jadi akhirnya mulai dari usaha batik sama kebaya," katanya.
• BMKG Supadio Ungkap Cuaca Kalbar Sepekan ke Depan Dominan Berawan, Waspadai Potensi Karhutla
Usaha tersebut telah dijalani selama belasan tahun. Sebelumnya, toko berlokasi di kawasan Nusa Indah Baru selama puluhan tahun sebelum akhirnya pindah ke lokasi baru.
"Kalau di Nusa Indah Baru itu tokonya udah lama, puluhan tahun. Baru akhirnya pindah ke sini," jelasnya.
Meski baru berpindah tempat, ia mengaku optimistis usaha tetap berjalan lancar berkat pelanggan setia.
"Nggak apa-apa, namanya usaha kita coba-coba. Dimanapun tempatnya kalau kita punya langganan, pasti ada aja pembeli," ungkapnya.
Cason Batik Ria menawarkan variasi harga yang terjangkau, mulai dari di bawah Rp100 ribu hingga sekitar Rp300 ribuan.
"Nggak ada yang sampai mahal banget, tapi kualitasnya udah bagus," katanya.
Dalam rangka pembukaan lokasi baru, toko memberikan diskon khusus.
"Baru tiga hari pindah, untuk tiga hari ini ada diskon 20 sampai 50 persen. Kalau hari biasa potongannya sekitar Rp15 ribu sampai Rp18 ribu, kalau ambil tiga barang jadi harga grosiran," jelasnya.
Untuk koleksi, ia menyebutkan motif baru terus berdatangan meski sempat terkendala cuaca.
"Motif baru datang terus, tapi ada barang baru yang belum sampai karena faktor cuaca. Mungkin minggu depan datang lagi," tambahnya.
batik indonesia
batik warisan dunia
mengenal batik
batik
Berita Terbaru Tribun Pontianak
Minggu 25 Januari 2026
Kalimantan Barat
Kalbar
Pontianak
| Menelusuri Taman Hutan Kota Teluk Akar Bergantung di Ketapang, Keindahan di Tepi Sungai Pawan |
|
|---|
| Wali Kota Edi Kamtono Siapkan Konsep Baru Pasar di Pontianak |
|
|---|
| Polda Kalbar Gelar Bakti Sosial di Panti Catur Dharma Yatim Pepabri Peringati Hari Kartini |
|
|---|
| Asisten Deputi Menko Bidang Infrastruktur Pembangunan Kewilayahan Pantau Potensi Perbatasan Paloh |
|
|---|
| DPRD Kubu Raya Minta BGN Lakukan Evaluasi Mengenai Dugaan Keracunan MBG di SDN 23 Sungai Ambawang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Pemilik-Cason-Batik-234werf.jpg)