Lokal Memilih
Ragukan Data Bawaslu, Bupati Sintang Jarot: Jumlah TPS Rawan Terlalu Banyak
"Jadi semuanya bohong. Gak ada yang rawan. Saya 4 kali ikut pemilu, semuanya aman. Kalian tenang yang rawan sedikit, lainya aman," jelas Jarot.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Bupati Sintang, Jarot Winarno meragukan data Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan yang dirilis oleh Badan Pengawas Pemilu. Bahkan, Jarot beberapa kali menyebut kalimat bohong saat memberikan sambutan diacara apel siaga dan launching TPS rawan di Rumah Adat Melayu Tepak Sireh, Senin 29 Januari 2024.
"Bohong. Jumlah TPS rawan terlalu banyak," kata Jarot dikonfirmasi ulang Tribun Pontianak usai kegiatan.
Berdasarkan data yang dirilis Bawaslu Sintang, dari jumlah 1.509 TPS, 767 di antaranya masuk kategori rawan berdasarkan dua indikator: distribusi logistik dan kerawanan perhitungan suara.
Menurut Jarot, TPS rawan di Kabupaten Sintang tidak sebanyak yang dirilis oleh Bawaslu. Keyakinan itu, berdasarkan pengalamannya mengikuti 4 kali pemilihan umum.
"Jadi semuanya bohong. Gak ada yang rawan. Saya 4 kali ikut pemilu, semuanya aman. Kalian tenang yang rawan sedikit, lainya aman," jelas Jarot.
• 767 TPS di Kabupaten Sintang Masuk Kategori Rawan
Menurut Jarot, yang penting saat ini adalah Bawaslu, Panswaslu hingga tingkat desa mengawasi dan mencegah terjadinya money politik.
"Awasi money politik. Ada yang minta pindahkan suara. Jangan nakal. Awasi jangan sampai satu hari sebelumnya sudah nyobolos. Jaga supaya tegak demokrasi. Saya percaya kalian. Jangan pindah suara karena disuap 100 ribu," pesan Jarot.
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat, merilis peta Tempat Pemungutan Suara (TPS) rawan Pemilu 2024 di Rumah Adat Melayu Tepak Sireh, Senin 29 Januari 2024.
Dari jumlah 1.509 TPS, 767 di antaranya masuk kategori rawan berdasarkan dua indikator: distribusi logistik dan kerawanan perhitungan suara.
"TPS rawan ini menjadi perhatian kita semua fokus lebih ketat pengawasannya," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Sintang, Muhamad Romadhon.
Menurut Romadhon, TPS yang masuk kategori rawan ada berdasarkan kategori distribusi logistik. Ini mencakup ketiadaan jaringan internet, akses sulit, rawan banjir, basis kepulauan dan perbatasan.
Sementara TPS rawan kerawanan perhitungan suara, mencakup syarat suara lebih dari semestinya, surat suara kurang, pemungutan suara ulang, tidak ada pemilu data anomali dan partisipasi pemilih.
Berdasarkan data yang dirilis oleh Bawaslu, hanya ada dua dari 14 Kecamatan yang nol TPS rawan: Kecamatan Sintang dan Kecamatan Sungai Tebelian.
Dari segi jumlah, TPS rawan paling banyak di Kecamatan Sepauk, sebanyak 156 dari 189 TPS. Namun, ada dua kecamatan yang 100 persen masuk dalam kategori TPS rawan.
"Kayan Hulu 95 TPS semua rawan. Ketungau Hilir 97 semua TPS rawan," kata Romadhon.
Semua TPS yang dianggap rawan ini kata Romadhon akan menjadi fokus pengawasan. " Ini jadi perhatian kita semua," jelasnya. (*)
Dapatkan Informasi Terkini dari Tribun Pontianak via SW DI SINI
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
Lokal Memilih
Mata Lokal Memilih
Jarot Winarno
Jarot
Bawaslu
Bupati
TPS
rawan
Sintang
Pemilu 2024
Kalimantan Barat
Kalbar
29 Januari
Senin
2024
| MK Kabulkan Gugatan Gerindra, 2 TPS di Dapil 5 Sintang PSU |
|
|---|
| PDI Perjuangan Masih Kuasai DPRD Kalbar, Lasarus Sampaikan Terima Kasih |
|
|---|
| Kerab Beredar Berita Hoaks Saat Pemilu, BPBN Imbau Masyarakat Bijak dan Jaga Kedamaian di Kalbar |
|
|---|
| IJW Harap 35 Caleg DPRD Mempawah Terpilih Lebih Merakyat |
|
|---|
| KPU Sanggau Laksanakan Tes Tertulis Calon Anggota PPK, Ini Jadwal Tes Selanjutnya |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Ketua-Bawaslu-M-Romadhon-43tdf.jpg)