Kunci Jawaban

RANGKUMAN Materi Seni Musik Kelas 7 SMP Semester 2 Kurikulum Merdeka, Unit 3 Bernyanyi Bersama

Selengkapnya materi Seni Musik Unit 3 Bernyanyi Bersama Kelas 7 SMP / MTs Kurikulum Merdeka Semester 2...

Penulis: Dhita Mutiasari | Editor: Dhita Mutiasari
Buku Kurikulum Merdeka
Materi Seni Musik Kelas 7 SMP MTs - RANGKUMAN Materi Seni Musik Kelas 7 SMP Semester 2 Kurikulum Merdeka, Unit 3 Bernyanyi Bersama. 

3. Kodaly Hands Sign. Solfege, juga disebut “solfeggio“ atau “solfa,” adalah sistem di mana setiap nada pada tangga nada diberi suku kata uniknya sendiri, yang digunakan untuk menyanyikan nada itu setiap kali nada itu muncul. Skala mayor atau minor (tangga nada paling umum dalam musik klasik Barat) memiliki tujuh nada, sehingga sistem solfege memiliki tujuh suku kata dasar: do, re, mi, fa, so, la, dan ti.

Menggunakan hand signs solfege dapat menggunakan satu tangan atau pun dua tangan. Mulailah dengan tangan Anda setinggi tulang dada, dan buat bentuk berikut saat Anda menyanyikan setiap nada pada tangga nada mayor:
a. Do - Lakukan Kepalkan tangan dengan telapak tangan menghadap ke bawah (sejajar dada)
b. Re - Luruskan kembali jari-jari Anda (satukan), dan angkat tangan Anda untuk membuat sudut 45 derajat dengan lantai.
c. Mi - Pertahankan bentuk tangan yang sama, tetapi gerakkan tangan Anda agar sejajar dengan tanah.
d. Fa - Mengepalkan tangan dengan empat jari (telapak tangan menghadap ke bawah), rentangkan ibu jari dan arahkan ke bawah, hampir tegak lurus dengan sisa tangan.
e. Sol - Luruskan jari sehingga tangan memiliki bentuk yang sama seperti di mi, namun miringkan agar telapak tangan Anda langsung menghadap Anda.
f. La - Lengkungkan tangan dengan lembut, dengan telapak tangan dan ujung jari menghadap ke lantai.
g. Ti - Buat kepalan tangan longgar, tetapi arahkan jari telunjuk ke atas pada sudut sekitar 45 derajat dengan langit-langit.

C. Teknik Pemanasan Vokal Sebelum Bernyanyi

Kegiatan bernyanyi dibutuhkan “pemanasan’’, kegunaannya untuk mempersiapkan seluruh otot otot yang mendukung proses aktivitas bernyanyi ini seperti, seluruh postur tubuh, otot perut, diafragma, pita suara dan lain sebagainya. Kegiatan pemanasan choral diawali dengan pelemasan peregangan tubuh utamanya di daerah dada, pundak, bahu, lengan dan leher, seperti contoh pada tautan Complete Warm Up Sequence for Choir.

Pemanasan paduan suara adalah transisi penting dari kondisi badan yang lelah ke musik yang cemerlang. Pemanasan aktif (1–2 menit) termasuk senam ringan, latihan postur, atau peregangan yang meliputi :
1. Lompat atau lari di tempat - ikuti irama atau urutan ritme.
2. Peregangan, terutama pada punggung, tulang belakang, dan leher.
3. Ekspresi wajah untuk menenangkan dan menghangatkan wajah ke atas: mata lebar, alis ke atas dan ke bawah, senyum dan cemberut.
4. Penyelarasan postur tubuh: raih ke bawah dan sentuh jari-jari kaki Anda, lalu jangkau tinggi dan lihat ke langit-langit; tarik napas dalam-dalam untuk melebarkan tulang rusuk, turunkan tangan untuk beristirahat di kepala, lalu biarkan lengan jatuh ke samping.
5. Gema bertepuk tangan, atau ikuti pemimpin melalui pola empat ketukan - tepuk tangan, perkusi vokal dan suara.

Latihan Pernapasan (1–2 menit) yang meliputi :
1. Nafas lambat panjang.
2. Meniup telapak tangan merupakan salah satu trik yaitu fokus pada tarikan napas atau serangan vokal.
3. Pernapasan dikombinasikan dengan suara vokal.

Kebisingan/Noises (1–2 menit). Suara adalah latihan vokal berdasarkan glissando, penempatan, vokal, dll. Tanpa batasan not tertentu. Jenis latihan ini membantu suara untuk bangun dengan cara yang sehat saat mengakses semua register vokal. Latihannya seperti:
1. Getar bibir / bibir berdengung
2. Sighs, sirene dan roller coaster
3. Gunakan vokal murni terbuka dan geser suara dari tinggi ke rendah, rendah ke tinggi dan kembali ke rendah, atau dalam berbagai putaran dan putaran untuk pilihan kreatif.
4. Tongue twister, kata yang berulang, atau kombinasi suara.

Latihan Vokalisi / Membangun Suara (2–3 menit). Jenis latihan ini membantu penyanyi Anda memperkuat suara mereka sambil mengembangkan fleksibilitas, presisi, dan kualitas nada. Sebagai aturan umum, memulai dengan suara kepala, midrange (nada dasar A, G, atau F) dengan pola menurun, suara ringan di awal, tetapi volume dan kekuatan nada secara bertahap meningkat menjelang akhir rangkaian latihan ini.

D. Bernyanyi Bersama

Seperti pada proses latihan, yang perlu diperhatikan pada hasil latihan paduan suara ini adalah:

1. Keseragaman produksi suara

2. Ritmik

3. Harmoni suara yang dihasikan

Untuk dapat terwujudnya hal tersebut dibutuhkan

1. Kerjasama untuk dapat mewujudkan sebuah bentuk harmoni yang indah.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved