Harisson sebut Harga Bapok di Awal 2024 Terkendali Bahkan Mengalami Penurunan Harga

“Kita juga tetap akan melakukan operasi pasar lalu gelae pangan murah dalam rangka mengendalikan inflasi dan menyambut imlek dan ramadan,” tutupnya.

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson saat sidak ke Pasar Seroja Sanggau, Selasa 19 Desember 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) Harisson mengungkapkan pergerakan harga sejumlah bahan pokok (bapok) diawal 2024 terkendali.

Bahkan terdapat beberapa komoditas bapok yang mengalami penurunan harga.

Hal tersebut dibuktikan dengan data Indeks Perkembangan Harga (IPH) Kalbar pada Minggu pertama 2024 mengalami deflasi minus 0,09 persen.

Harisson menilai pergerakan itu menunjukkan tren yang baik lantaran telah terjadi penurunan harga.

“Berdasarkan data IPH komoditas yang mengalami deflasi itu cabai rawit itu minus 0,32 persen, ikan kembung itu minus 0,19 persen lalu pisang itu minus 0,11 persen,” ujar Pj Gubernur Harisson saat diwawancarai pada Senin 8 Januari 2024.

Meski demikian Harisson mewanti-wanti sejumlah kabupaten kota yang menunjukkan perkembangan IPH terbesar diantaranya Kabupaten Sekadau Bengkayang dan Ketapang.

Baca juga: Ketua Komisi IV: Penyesuaian Tarif Layanan di Puskesmas Pontianak Sudah Lalui Pembahasan DPRD-Pemkot

Untuk Sekadau komoditas penyumbang naiknya IPH yakni daging sapi, daging ayam ras dan telur ayam ras.

Kemudian untuk Kabupaten Bengkayang yakni daging ayam ras, daging sapi dan pisang. Sementara di Kabupaten Ketapang komoditas penyumbang naiknya IPH yaitu daging ayam ras, ikan kembung dan bawang merah.

“Saya harapkan pemerintah daerahnya dapat memperhatikan kenaikan indeks perkembangan harga ini,” jelas Harisson.

Harisson memerintahkan pemerintah kabupaten kota untuk serius memperhatikan perkembangan IPH. Lantaran IPH menurutnya akan berpengaruh terhadap pergerakan inflasi.

Ia juga mengingatkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk sering turun ke pasar melihat secara langsung pergerakan harga-harga bapok dan permasalahan dilapangan.

“TPID itu harus benar-benar memperhatikan Indeks Perkembangan Harga karena itu nanti yang akan mempengaruhi inflasi,” katanya.

Harisson juga memastikan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar akan melakukan berbagai upaya untuk memastikan stabilitas harga menjelang imlek dan ramadan beberapa waktu mendatang.

Pemprov Kalbar menurutnya akan melakukan langkah antisipasi memastikan ketersediaan dan distribusi bapok.

“Menjelang imlek atau ramadan harga-harga cenderung akan bergerak naik tapi Pemprov Kalbar beserta kabupaten kota akan menjaga supaya inflasi tetap terkendali, kita akan memperhatikan ketersediaan logistik kemudian distribusinya ke daerah-daerah,” ungkap Harisson.

“Kita juga tetap akan melakukan operasi pasar lalu gelae pangan murah dalam rangka mengendalikan inflasi dan menyambut imlek dan ramadan,” tutupnya. (*)

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved