Manik-Manik Khas Dayak Buatan Maria Diminati hingga Kuching Malaysia

Di tangan Maria, perempuan pengrajin asal Kapuas Hulu, manik-manik khas Dayak bukan sekadar aksesori pelengkap busana adat

Tayang:
Penulis: Anggita Putri | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/KOLASE/SID
KERAJINAN - Manik-manik kerajinan khas suku Dayak. Seorang perempuan pengrajin asal Kapuas Hulu juga membuat manik-manik khas suku daya yang unik. 
Ringkasan Berita:
  • Kerajinan warisan leluhur itu kini berhasil menembus pasar internasional dan menjadi sumber penghasilan yang membantu menopang ekonomi keluarga.
  • Maria yang merupakan binaan Dekranasda Kalimantan Barat telah menekuni usaha kerajinan manik-manik selama belasan tahun.
  • Awalnya, aktivitas tersebut hanya dilakukan untuk mengisi waktu luang di rumah. Namun seiring waktu, hasil karyanya mulai diminati hingga dipasarkan ke luar negeri.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Di tangan Maria, perempuan pengrajin asal Kapuas Hulu, manik-manik khas Dayak bukan sekadar aksesori pelengkap busana adat.

Kerajinan warisan leluhur itu kini berhasil menembus pasar internasional dan menjadi sumber penghasilan yang membantu menopang ekonomi keluarga.

Maria yang merupakan binaan Dekranasda Kalimantan Barat telah menekuni usaha kerajinan manik-manik selama belasan tahun.

Awalnya, aktivitas tersebut hanya dilakukan untuk mengisi waktu luang di rumah. Namun seiring waktu, hasil karyanya mulai diminati hingga dipasarkan ke luar negeri.

“Sudah lama, mulainya dari hobi lama-lama ditekuni. Sudah belasan tahun,” ujarnya.

Baca juga: Kasus Dugaan Deepfake AI di Untan Tengah Didalami, Kampus Ambil Sikap Tegas 1 Mahasiswa Diskors

Ia mengatakan keterampilan merangkai manik-manik merupakan warisan turun-temurun dari keluarganya. Keahlian itu diwariskan dari nenek, lalu diteruskan kepada ibunya hingga akhirnya kini ia tekuni sendiri.

“Ini memang turun-temurun dari nenek, lalu ke mamak, kemudian ke saya,” katanya.

Berbagai produk kerajinan yang dibuat Maria mulai dari kalung, gelang, hingga hiasan busana adat Dayak kini memiliki pasar cukup luas. Pemesanan bahkan paling sering datang dari Kuching, Malaysia. Selain itu, produknya juga sudah dipasarkan hingga Sabah dan Brunei Darussalam.

Menurut Maria, usaha kerajinan manik-manik tersebut cukup membantu perekonomian keluarga. Terlebih, pekerjaan itu bisa dilakukan oleh ibu rumah tangga tanpa harus meninggalkan aktivitas sehari-hari di rumah.

“Awalnya hanya mengisi waktu luang, tapi lama-lama ternyata menghasilkan dan cukup menjanjikan,” ungkapnya.

Ia menyebut penghasilan dari usaha tersebut bergantung pada jumlah pesanan dan banyaknya kegiatan budaya yang digelar. Saat event budaya berlangsung, permintaan aksesori manik khas Dayak biasanya meningkat cukup signifikan.

Tak hanya memiliki nilai ekonomi, manik-manik khas Dayak juga menyimpan filosofi budaya yang kuat. Salah satu motif yang paling dikenal yakni motif pucuk pakis yang melambangkan kehidupan dan kelestarian alam.

“Salah satunya motif pucuk pakis. Pakis itu mudah tumbuh walau tanpa dipupuk, jadi melambangkan kehidupan dan kelestarian. Motif ini juga khas Kalimantan,” tuturnya.

Melalui kerajinan tersebut, Maria tidak hanya menjaga warisan budaya Dayak tetap hidup, tetapi juga membuktikan produk lokal Kalimantan Barat mampu bersaing hingga pasar internasional.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp
!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved