Setwapres Inisiasi Evaluasi Terpadu Percepatan Penurunan Stunting Kalbar

Sedangkan untuk intervensi sensitif mencakup lebih luas mulai dari air bersih, air minum, perbaikan pangan dan sektor-sektor yang mendukung lainnya.

|
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) Republik Indonesia saat agenda evaluasi terpadu percepatan penurunan stunting di Hotel Harris Pontianak, Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) pada Kamis 7 Desember 2023. 

Di tempat yang sama Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar Pintauli Romangasi Siregar mengharapkan para petugas untuk dapat turun langsung menjemput bola ke tengah-tengah masyarakat.

Mengingat kondisi alam di Provinsi Kalbar yang cukup menjadi tantangan dalam upaya percepatan penurunan stunting.

“Persoalan alam menjadi tantangan dalam penurunan stunting di Kalbar upaya yang bisa kita lakukan petugas yang mendekat ke masyarakat,” kata Pintauli Romangasi Siregar.

Dirinya mencontohkan pada Kabupaten Kubu Raya saja yang merupakan daerah terdekat dengan ibukota provinsi kondisi alamnya pun masih banyak tantangan.

Maka upaya mendekat pelayanan kepada masyarakat terutama terkait penanganan stunting harus digencarkan.

“Harapan kita para petugas yang mendekat pelayanan dengan menjemput bola ke tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.

Upaya tersebut dikatakan Pintauli pun sejalan dengan arahan Penjabat Gubernur Kalbar yang selalu mendorong agar anak-anak dan ibu hamil untuk dibawa ke posyandu.

Akan tetapi jika medan tidak memungkinkan maka para petugas harus jemput bola dan bertemu masyarakat.

“Kita harus mencari solusi yang tepat terhadap kondisi tersebut terutama petugas KB yang berada di desa misalnya dengan memanfaatkan teknologi dan pendekatan secara personal bisa saja informasi akan tersampaikan,” pungkasnya. (*)

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved