Sekda Sintang Siap Bantu Anggarkan Dana untuk Budidaya Ikan Jelawat

Menurut Kartiyus, Ikan Jelawat ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Kabupaten Sintang sejak jaman dahulu.

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/PROKOPIM SINTANG
Sekda Sintang, Kartiyus. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sintang, Kartiyus mengaku sedih karena saat ini sulit menemukan Ikan Jelawat di Kabupaten Sintang, padahal Ikan Jelawat ada dalam lambang daerah Kabupaten Sintang bersama tengkawang, Mandau, perisai dan yang lainnya.

“Saya sedih sekarang ini sudah susah mencari Ikan Jelawat. Saya sudah mendorong Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang untuk mengupayakan budidaya Ikan Jelawat. Saya siap untuk memberikan anggaran khusus untuk budidaya Ikan Jelawat ini,” kata Kartiyus, Jumat 20 Oktober 2023.

Menurut Kartiyus, Ikan Jelawat ini sangat terkenal di kalangan masyarakat Kabupaten Sintang sejak jaman dahulu dan mudah didapatkan sehingga oleh para penggagas lambang daerah Kabupaten Sintang.

"Ikan Jelawat ini dimasukan ke dalam lambang daerah," jelasnya.

Atlet Tinju Sintang Sertu Reza Berangkat ke Kupang Ikuti Pra-PON

Wabup Melkianus Sahkan Mekanisme dan Instrumen untuk Monev Kinerja TPPS Sintang

Kartiyus tidak ingin, Ikan Jelawat sampai punah keberadaannya. Jika hal itu terjadi, maka akan terjadi perubahan pada lambang Kabupaten Sintang.

"Sekarang ini kalau ada tamu-tamu, kita tidak bisa menyajikan Ikan Jelawat sebagai salah satu menu khas Sintang. Padahal kita dengan bangga memasukan Ikan Jelawat ke dalam lambang kita. Jangan sampai ada sayembara untuk mengubah lambang daerah hanya karena Ikan Jelawat sudah punah. Kita coba melakukan upaya budidaya Ikan Jelawat terlebih dahulu," ujar Kartiyus.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang, Bernhad Saragih menyatakan siap mendukung dan mewujudkan harapan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang untuk membudidayakan Ikan Jelawat di Kabupaten Sintang.

Menurut Saragih, saat ini yang sudah ada budidaya lele dan ikan nila. Bahkan, kini ikan gabus dan toman juga mulai dibudidayakan karena sudah ada pabrik pengolahan albumen.

“Saya mengundang NGO yang mau bekerjasama dan berkolaborasi untuk mengembangkan Ikan Jelawat ini. Silakan NGO datang ke tempat saya, kita ngopi sambil diskusi dan ngobrol untuk mengembangkan budidaya Ikan Jelawat ini," ajak Saragih.

Saragih juga akan mencoba melihat peluang pengadaan bibit di pengembangan bibit ikan di Anjungan, Kabupaten Mempawah.

"Kalau ada nanti, kita akan kembangkan indukan Ikan Jelawat sekaligus pengadaan bibit Ikan Jelawat. Lalu kita sebar di danau-danau yang sudah ditetapkan oleh Bupati Sintang sebagai danau yang dilindungi," ungkap Saragih. 

(*)

Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved