Masyarakat Batu Ampar dan Medan Mas Kubu Raya Dirikan Landmark Batas Dusun dari Sampah Plastik

Kegigihan anak muda dan kaum perempuan di dua desa tersebut tampaknya mampu memberi sebuah inspirasi.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/IST
Landmark berupa gapura dibangun masyarakat Desa Batu Ampar dari hasil mengumpulkan Sampah Plastik. Tak Hanya itu, Masyarakat Batu Ampar dan Medan Mas Kecamatan Batu Ampar juga membuat prodak kerajinan dari sampah plastik. 

PONTIANAK – Sampah plastik selalu menjadi momok bagi kehidupan di dalam sungai.

Tempat membuang apa saja, termasuk sampah plastik yang berbahaya. Fenomena itu mengundang perhatian warga Desa Batu Ampar dan Medan Mas.

Tercatat, ada dua komunitas di Kecamatan Batu Ampar, Kubu Raya, melakukan inovasi besar dalam pemanfaatan sampah Plastik.

Kedua komunitas itu adalah Kelompok Pengelola Sampah (Kempah) di Desa Batu Ampar dan Kelompok Pengelola Sampah Masyarakat (Poksamas) di Desa Medan Mas.

Kegigihan anak muda dan kaum perempuan di dua desa tersebut tampaknya mampu memberi sebuah inspirasi.

Anggaran Bansos PIP 2024 Mengalami Kenaikan, Berikut Rincian dan Syarat Siswa Jadi Penerimanya!

Sampah plastik tak berguna dipungut di sungai dan dikumpulkan dari masyarakat.

Sampah itu kini menjadi barang bernilai tinggi.

Pengurus Kempah di Desa Batu Ampar Bagas menerangkan bahwa gerakan pengelolaan sampah sebenarnya sudah digagas bersama warga lainnya sejak tahun 2021.

“Gerakan saling membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah terutama plastik sudah sejak lama dilakukan,” katanya dalam sebuah pertemuan di Dusun Teluk Air, Desa Batu Ampar.

Menurutnya, sangat penting membangun kesadaran lebih dahulu bahwa sampah plastik itu ancaman bagi lingkungan dan kesehatan. Sehingga gerakan awalnya itu adalah membangun kepedulian.

Kerja keras Bagas dan kawan-kawan di desanya terus eksis sampai tahun 2022.

Sepanjang tahun 2022 para anggota Kempah diberikan penguatan keahlian dan keterampilan dalam pengelolaan sampah.

Puncaknya di tahun 2023 ini. Sampah-sampah plastik yang sudah terkumpul itu akhirnya disulap menjadi barang yang bernilai ekonomi tinggi.

Sedikit demi sedikit sampah-sampah plastik terkumpul dijadikan handmade seperti vas bunga, tas belanja, hiasan dinding yang artistik, kotak tisu, dan aneka prodak lainya.

Kebanggaan besar mereka adalah didirikannya gapura batas antardusun yang dibangun dengan ecobrick.

Kembali Dibagikan Oktober 2023, Inilah Perbedaan Bansos Beras 10 Kg dan BPNT!

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved