Mengenal Dunia Mancing Casting di Mata Ngacar's Kapuas Hulu

Di mana Kapuas Hulu merupakan memiliki potensi Alam luar biasa, terutama perairan sungai dan danau.

Tayang:
Penulis: Sahirul Hakim | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Sahirul Hakim
Anggota Ngacar's Kapuas Hulu saat mancing casting. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAPUAS HULU - Penghobi dunia mancing Baicasting khususnya di Kabupaten Kapuas Hulu cukup banyak, baik kalangan orang dewasa maupun anak-anak.

Di mana Kapuas Hulu merupakan memiliki potensi Alam luar biasa, terutama perairan sungai dan danau.

Dengan banyaknya penghobi dunia mancing Baicasting, munculnya sejumlah komunitas kelompok masyarakat, yang terbentuk dAlam sebuah organisasi yaitu Ngacar's Kapuas Hulu, berdiri dari pada 16 Februari 2018, dan hingga saat ini masih aktif dan eksis Kapuas Hulu.

Salah satu pendiri Ngacar's Kapuas Hulu, Suharsono menyampaikan bahwa, pihaknya selalu mengkompanyekan Stop Destruktif dan Ilegal Fishing di Indonesia khususnya wilayah Kabupaten Kapuas Hulu, dan menjaga kelestarian ekosistem perairan sungai dan danau di Kapuas Hulu.

"Perlu untuk diketahui bahwa, kata Ngacar's adalah bahasa daerah asli masyarakat Kapuas Hulu, dana beberapa tokoh masyarakat dan orang tua terdahulu, Ngacar's yaitu sebuah teknik mancing zaman dahulu, dengan memanfaatkan bahan jenis logam yang mengkilap," ujarnya kepada Tribun Pontianak, Rabu 20 September 2023.

Kerugian Negara Kasus Tipikor Pengadaan Bibit Ikan Arwana di Kapuas Hulu Capai Rp 350 Juta

Terus jelas Suharsono, dimana barang tersebut, di pasang beberapa mata pancing serta ditarik dengan Tali Nilon (Tansi), kemudian diseret dengan perahu atau tempel atau bahas lain masyarakat Kapuas Hulu "Ngunsai". 

Kemudian bahasa lain dari kata Ngacar's, yaitu teknik mancing menggunakan sepotong kayu, yang dibuat sedemikian rupa agar, mirip dengan sejenis hewan yang sedang berjalan, berjalan secara zigzag, dan mengeluarkan suara percikan air car-car-car, nah dari keseringan mendengarkan percikan air tersebut, maka dengan mudahnya menyesuaikan bahasa verbal masyarakat setempat mereka menyebut dengan kata Ngacar's.

"Teknik ini hampir sama dengan teknik trolling pada masa sekarang, karena jenis umpan dan teknik mancing tersebut, hampir mirip dengan teknik casting yang biasa kita pakai," ucapnya.

Suharsono juga menjelaskan, Kapuas Hulu dikelilingi sebagai besar perairan sungai dan danau, seperti sungai Kapuas, danau Sentarum, dan sejumlah sungai dan danau lainnya. 

"Kapuas Hulu juga sebagai penghasil perikanan tangkap terbesar se Kalimantan Barat, yang mana Kapuas Hulu juga memiliki ratusan spesies ikan air tawar umum maupun endemik, baik yang sudah teridentifikasi maupun belum teridentifikasi," ujarnya.

Menanggapi perkembangan dunia mancing Baicasting di Kapuas Hulu, dinilai sangat luar biasa, sejak munculnya brand atau merk peralatan mancing dari Cina ke Kapuas Hulu sekitar dibawah tahun 2000 dan itupun hanya kalangan masyarakat tertentu.

"Ada juga zaman itu mancing Baicasting masih menggunakan mesin pancing Spining, dan tidak semua menggunakan pancing Baicasting atau disebut BC," ucapnya.

Selain itu juga pada saat zaman dulu, kata Suharsono pola pikir bagi masyarakat Kapuas Hulu belum mengenal dunia spot Fishing dan wisata mancing,  namun dengan perkembangan zaman, berubah menjadi wisata mancing, olahraga mancing, dan gaya hidup.

"Sekarang dunia mancing Baicasting sudah memiliki nilai jual bagi masyarakat Kapuas Hulu, misalnya bidang pariwisata, karena masyarakat bisa menfaatkan kondisi Alam, dengan mengembangkan wisata mancing seperti pemerintah sudah mengatur tentang pembentukan POKDARWIS," ujarnya.

Maka dari itu menurutnya, harus ada keseriusan masyarakat untuk menjaga kondisi Alam atau sungai, jangan sampai Alam rusak tak bisa memanfaatkan untuk mengembangkan wisata mancing. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved