Sutarmidji Minta Harisson Jaga Inflasi, Sukseskan Pileg, Pilpres, dan Pilkada
Sutarmidji juga optimis Harisson mampu menjalankan tata kelola pemerintahan, mengingat pengalaman yang telah dimiliki oleh Harisson sebelumnya.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Setelah habis masa jabatan sebagai Gubernur Kalbar per 5 September 2023, Sutarmidji menyampaikan beberapa pesan untuk Penjabat Gubernur Kalbar Harisson.
Sutarmidji juga optimis Harisson mampu menjalankan tata kelola pemerintahan, mengingat pengalaman yang telah dimiliki oleh Harisson sebelumnya.
“Saya rasa karena Pak Sekda selama ini menjalankannya, beliau menjadi Pj saya rasa tidak ada yang masalah. Jalankan saja pemerintahan itu sesuai dengan aturan itu saja,” ujar Sutarmidji usai menghadiri usai Serah Terima Memori Jabatan Gubernur dan dirangkaikan Serah Terima Jabatan TP. PKK Provinsi Kalbar bertempat di Aula Garuda Kantor Gubernur, Rabu 6 September 2023.
Kemudian kalau itu berkaitan dengan kebijakan, yang kemudian harus menggunakan diskresi. Dikatakan Sutarmidji gunakan saja.
“Jadi jangan takut untuk mengeksekusi segala sesuatu, karena ketidakpahaman kita atau sebenarnya kita paham cuman takut saja. Kalau itu dilakukan maka pemerintahan itu akan berjalan dan siapapun kita berpegang saja kepada aturan. Kalau aturan dijalankan, ya sudah tidak ada masalah,” ujar Midji.
Baca juga: Catat! Tugas Harisson sebagai PJ Gubernur Kalbar, Amanat Mendagri dan Program Sutarmidji-Ria Norsan
Sutarmidji menekankan terkait pelayanan dibidang kesehatan yang saat ini sudah baik, harus lebih ditingkatkan lagi
“(Pelayanan kesehatan yang sudah baik) Ya harus lebih ditingkatkan, karena Pak Pj Gubernur ini adalah dokter dia sudah paham betul bagaimana dia dari menangani Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas Hulu, sampai Dinas Kesehatan Provinsi,” ujarnya.
Tak hanya itu, saat menjabat sebagai Kepala Dinas Kesehatan Harisson juga diuji tentang covid-19.
“Nah kemudian semuanya bisa kita lalui, kemudian kita sudah berhasil untuk meningkatkan pelayanan di RSUD dr Soedarso dan lain sebagainya. Itu perlu ditingkatkan beliau yang lebih tahu semuanya,” ujarnya.
Sutarmidji juga berpesan hal lainnya yang perlu dilakukan yakni menjagai inflasi, serta sukseskan pileg, pilpres dan pilkada. Hal itulah yang menjadi tugas utama (Pj Gubernur Kalbar).
“Kalau tata kelola pemerintahan yang lain saya rasa semuanya sudah sesuai jalurnya dan itu dibuktikan dengan penilaian penilain pusat kepada kita,“ ujar Midji.
Sedangkan untuk para ASN Pemprov Kalbar, Sutarmidji berpesan kepada ASN untuk menjaga keberhasilan -keberhasilan yang sudah (ASN Pemprov) dapatkan.
“Itu (Keberhasilan) bukan saya, tapi keberhasilan yang diperoleh oleh jajaran ASN Pemprov Kalbar tentang tata kelola pemerintan,” ujarnya.
“Masih ada beberapa yang masih perlu ditingkatkan, kalau perlu MCP KPK itu kita bisa diurutan satu atau dua itu saja,” pesan Midji kepada para ASN Pemprov.
Sedangkan untuk di keuangan, Midji rasa terkait SILPA itu masalahnya tidak bisa belanja. Dijelaskannya bahwa SILPA itu ada dua yakni ada SILPA yang negatif ada yang positif.
Silpa Negatif itu dijelaskannya kalau tidak bisa mengeksekusi program yang positif. Seperti dikatakannya Pemprov bisa meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD). Namun peruntukannya sudah tertuang dan sudah ada di dalam APBD.
“Waktu itu PAD kita meningkat, sebetulnya tidak bisa digunakan untuk yang lain juga, seperti di rumah sakit itukan diperuntukan untuk rumah sakit seperti gaji PPPK. Kemudian over target itu harus dibagi 30 sampai 50 persen untuk ke kabupaten kota . Jadi bukan duit kita, kalau pun bisa dipakai ya sedikit sekali dan itu sudah tertuang yang bisa dipake sudah ada didalam APBD 2023. Jadi mekanisme anggaran itu dipahami dan patuhi saja,” tegas Midji.
Ia mengatakan hal lain yang akan menjadi tantangan Pj Gubernur yakni bagaimana meningkatkan PAD Pemprov Kalbar.
Pada kesempatan itu, Sutarmidji mengucapkan terima kasih kepada Ria Norsan selaku Wakil Gubernur yang telah mendampinginya selama 5 tahun membangun Provinsi Kalbar.
Menurut Sutarmidji, Ria Norsan telah menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan baik.
“Pak Wagub sudah menjalankan fungsinya dengan baik. Wagub sudah ada tupoksinya, kalau saya tidak sempat (menghadiri suatu agenda), beliau yang mewakili. Saya rasa selaras,” ujarnya.
Demikian halnya dengan jajaran Forkopimda. Sutarmidji menilai, sinergitas yang terbangun dengan jajaran Forkopimda berjalan baik dan beriringan sesuai dengan tupoksi masing-masing.
Sehingga beberapa program pembangunan yang disinergikan berjalan sukses. Seperti misalnya program Desa Mandiri, pengendalian inflasi, dan beberapa program lainnya.
“Intinya sinergitas, sehingga inflasi terkendali, (capaian) Desa Mandiri terlampaui,” pungkas Sutarmidji. (*)
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
Erlina Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Penyedia Jasa Lewat Workshop Procurement Apkasi Expo 2025 |
![]() |
---|
BREAKING NEWS - 4 Tersangka Penyelundupan Telur Penyu Ditangkap Polres Sambas |
![]() |
---|
Sepeda Motor Dinas Polisi Dibakar Massa di Bundaran Digulis Pontianak, Lalu Lintas Lumpuh |
![]() |
---|
70 Nelayan Ketapang Ikuti Sekolah Lapang Cuaca dari BMKG |
![]() |
---|
Aksi Ketiga Mahasiswa di DPRD Kalbar Kembali Ricuh |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.