Banyak Jalan Tikus di Perbatasan Kalbar-Malaysia, Pangdam Iwan Setiawan Harap Dapat Dukungan Drone

"Bayangkan 1 kabupaten saja itu ada puluhan jalan tikus. Sekarang yang kita pantau hampir 200 titik jalan tidak resmi dan mungkin itu bisa banyak lagi

Penulis: Agus Pujianto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AGUS PUJIANTO
Polisi Militer Kodam XII/Tanjungpura mengamankan barang bukti Narkoba Seberat 10 kilogram usai gelar press rilis di Makorem 121 Abw. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Iwan Setiawan memastikan akan meningkatkan pengawasan wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kalimantan Barat untuk mencegah masuknya barang ilegal.

Menurut Pangdam, panjang garis batas Indonesia-Malaysia yang berbatasan langsung antara Indonesia-Malaysia terbentang sejauh 966 kilometer yang dijaga dua batalyon atau Satgas.

"Kami akan terus tingkatkan pengawasan, karena luas dan panjang perbatasan yang menjadi tanggungjawab kami kurang lebih 966 kilometer. Kami ada 2 batalyon atau satgas dimana 56 pos cukup luas dan panjang," ujar Pangdam XII Tanjungpura di Sintang, Rabu 9 Agustus 2023.

Pangdam menyebut, jarak antar pos Pamtas relatif banyak jalan tikus. Satu Kabupaten saja, ada puluhan jalan tikus yang rawan penyelundupan.

"Bayangkan 1 kabupaten saja itu ada puluhan jalan tikus. Sekarang yang kita pantau hampir 200 titik jalan tidak resmi dan mungkin itu bisa banyak lagi. Mudah- mudahan dengan personel di lapangan dengan dukungan sarana yang bagus, masyarakat bisa memberikan informasi pada kami, sehingga optimalkan apa yang harus kami lakukan di lapangan," jelas Iwan.

Dalam 2 Bulan, TNI Berhasil Gagalkan Penyelundupan Narkoba Seberat 12,8 Kilogram di Perbatasan

Patroli perbatasan kata Pangdam akan lebih optimal jika didukung drone.

Dukungan ini, kata Iwan sangat dibutuhkan untuk menunjang dan memudahkan anggota Satgas melakukan pengawasan disepanjang jalur perbatasan.

"Kemarin penugasan satu satgas 450 sekarang 350. Tapi alhamdulillah dukungan dari Panglima TNI, kasad mendukung alat yang memang dapat membantu untuk mengatasi kesulitan di lapangan. Contoh salah satunya dengan drone untuk memantau seluruh wilayah," katanya.

Pangdam berharap, kedepan setiap pos Pamtas mendapat dukungan perlatan yang canggih sehingga anggota bisa maksimal melakukan patroli wilayah perbatasan.

"Paling tidak minimal satu pos 1 cukup. Syukur syukur bisa dua untuk cadangan. Dengan begitu kita bisa mantau antar pos. Karena kalau patroli jarak 5 kilo saja kita membutuhkan waktu lama. Kadang alat komunikasi pun belum optimal dengan medan berat dengan tutupan hutan yang lebat. Jadi minimal 56 drone dan akan didukung oleh Panglima tni dan bapak Kasad. Tentang kebutuhan anak di lapangan. Tapi dengan kegigihan anak anak dan Dukungan masyarakat kami menjaga wilayah perbatasan menjaga xari penyelundupan yang akan merusak generasi muda kita ini," kata Pangdam. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved