Pemilu 2024

Sutarmidji-Karolin Margret Natasa, Dari Rival di Pilgub 2018 Kini Diisukan Bersama di Pilkada 2024

Baik Sutarmidji maupun Karolin Margret Natasa pernah menjadi lawan atau rival dalam sebuah kontestasi politik.

Kolase Tribun Pontianak
Kolase Sutarmidji dan Karolin Margret Natasa. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Nama Sutarmidji dan Karolin Margret Natasa mendadak jadi perbincangan oleh masyarakat Kalimantan Barat.

Hal ini karena kedekatan yang ditampilkan oleh Gubernur Kalbar 2018-2023 dan Bupati Landak 2017-2022 itu belum lama.

Kedekatan itu terekspos dalam sebuah postingan diakun media sosial Sutarmidji.

Wali Kota Pontianak dua periode itu memposting foto bersama Karolin Margret Natasa dan keluarga ketika menghadapi perayaan ulang tahun ke-70 Cornelis.

Cornelis sendiri adalah Gubernur Kalbar dua periode yang kini berstatus sebagai Anggota DPR RI.

Baik Sutarmidji maupun Karolin Margret Natasa pernah menjadi lawan atau rival dalam sebuah kontestasi politik.

Baca juga: Ini Permintaan Khusus Sutarmidji ke Pj Gubernur Kalbar Terpilih

Tepatnya adalah Pilgub atau Pilkada Kalbar tahun 2018.

Saat itu, Sutarmidji yang berpasangan dengan Ria Norsan keluar sebagai pemenang.

Sutarmidji-Ria Norsan meraih 51,55 persen atau 1.334.512 suara.

Sementara itu Karolin Margret Natasa yang berpasangan dengan Suryadman Gidot meraih suara 1.081.878 atau 41,79 persen.

Pasangan ketiga yang juga ikut serta di Pilgub Kalbar 2018, Milton Crosby-Boyman Harun sementara itu hanya meraup 6,65 persen atau 172.151 suara.

Cornelis yang adalah orang tua dari Karolin Margret Natasa belum lama ini angkat suara soal isu Sutarmidji-Karolin Margret Natasa untuk Pemilu 2024.

Baca juga: Cornelis Bantah Isu Karolin Dampingi Sutarmidji Pada Pilkada Gubernur Kalbar 2024

Anggota DPR RI Cornelis sekaligus Gubernur Kalbar Periode 2008-2018.
Anggota DPR RI Cornelis sekaligus Gubernur Kalbar Periode 2008-2018. (TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Ferryanto)

Mantan Presiden MADN itu dengan tegas membantah isu yang bersliweran ditengah masyarakat.

Menurut pria yang cukup lama menjadi Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar ini, isu itu cukup menggangu keharmonisan dirinya dan Ketua DPD PDI Perjuangan sekarang, Lasarus.

"Belum ada yang membicarakan Pilkada, apalagi calon wakilnya pak Midji, Pak Midji belum ada ngomong apapun, demikian juga Karol, sedangkan secara Etika Politik di PDI Perjuangan, untuk Calon Gubernur biasanya diprioritaskan kepada Ketua DPD, dengan adanya isu inikan bisa membuat pak Lasarus tersinggung,"kata Cornelis, Kamis 3 Agustus 2023.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved