Peserta Field trip Yayasan Palung Temukan Semut Terinfeksi Jamur Cordyceps di Hutan Riam Jerunjung

Setidaknya diperlukan waktu kurang lebih satu jam dari jalan besar untuk bisa sampai ke lokasi Riam Jerunjung.

|
Editor: Nasaruddin
ISTIMEWA/PETRUS KANISIUS/YAYASAN PALUNG
Suasana kegiatan fieldtrip Yayasan Palung (YP) bersama SMPN 01 Matan Hilir Utara Ketapang dan Relawan Konservasi Taruna Penjaga Penjaga Alam (RK-TAJAM) di hutan Riam Jerunjung Kawasan Taman Nasional Gunung Palung, Minggu 16 Juli 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Yayasan Palung bersama siswa SMPN 1 Matan Hilir Utara Ketapang dan Relawan Konservasi Taruna Penjaga Penjaga Alam (RK-TAJAM) melakukan fieldtrip (kunjungan lapangan) ke hutan Riam Jerunjung Kawasan Taman Nasional Gunung Palung, Sabtu dan Minggu 15-16 Juli 2023.

Setidaknya diperlukan waktu kurang lebih satu jam dari jalan besar untuk bisa sampai ke lokasi Riam Jerunjung.

Dalam kesempatan Fieldtrip tersebut, Siswa-siswi SMPN 01 Matan Hilir Utara (MHU) dan RK-TAJAM diajak untuk belajar secara langsung di alam, lebih tepatnya di Kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

Selama dua hari berkegiatan, siswa-siswi SMPN 01 MHU dan RK-TAJAM yang baru dibekali dengan beberapa materi lingkungan sekaligus melakukan praktek langsung di lapangan.

28 Individu Orangutan Sudah Dilepasliarkan di Kawasan TNBK Sungai Mendalam Kapuas Hulu

Adapun beberapa materi lingkungan yang disampaikan diantaranya konservasi hutan dan orangutan yang disampaikan oleh Petrus Kanisius dari Yayasan Palung.

Pada materi ini, siswa-siswi diajak untuk mengenalkan tentang manfaat hutan bagi ragam makhluk hidup dan orangutan sebagai petani hutan yang berperan besar bagi regenerasi hutan di hutan.

Disampaikan pula materi dan praktek pengamatan satwa air yang disampaikan oleh Haning Pertiwi dari Yayasan Palung.

Praktek dilakukan dengan melakukan praktek pengamatan secara langsung di air.

Selain itu, pada kesempatan lainnya disampaikan pula materi, praktek dan presentasi keanekaragaman hayati yang dipandu oleh Simon Tampubolon dari Yayasan Palung.

Siswa-siswi diajak untuk mengenal ragam flora dan fauna yang ada di Kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

Pemda Ketapang Beri Piagam Penghargaan ke AJK, Wujud Apresiasi Penyebarluasan Informasi

Ragam fauna seperti serangga, ampibi, reptil, primata, burung dan ikan.

Pengenalan tumbuhan (flora) seperti pohon, perdu, palem, liana, anggrek, keladi, kantong semar, paku-pakuan dan jahe-jahean.

Simon juga menjelaskan tentang salah satu tumbuhan invasif asing (Invasive Alien Species) yang ditemukan di lokasi field trip yaitu jambu monyet (Bellucia pentamera).

Pada materi lainnya, Simon juga menyampaikan materi pengamatan satwa malam.

Siswa-siswi dan RK-TAJAM yang baru diajak untuk melakukan pengamatan satwa yang aktif di malam hari (nokturnal).

Saat melakukan pengamatan, peserta menemukan berapa satwa malam seperti serangga dan katak.

Pada pagi 16 juli 2023, peserta diajak mendengarkan suara alam yang dipandu oleh Syainullah dari Yayasan Palung.

Selanjutnya peserta melakukan senam pagi yang dipandu oleh Vinka, Okta, Fahmi, Riko,Taca dan Rafina dari RK-TAJAM selaku panitia kegitan.

Pada siangnya atau hari terakhir kegiatan, peserta fieldtrip untuk melakukan pengamatan satwa siang hari (diurnal).

Pada saat pengamatan satwa siang, peserta menemukan kupu-kupu, menemukan semut yang terinfeksi jamur cordyceps.

Kegiatan selanjutnya yang kami lakukan adalah melakukan operasi semut (membersihkan sampah-sampah yang ada di sekitar tempat kami berkegiatan).

Semua rangkaian kegiatan berjalan sesuai dengan rencana dan mendapat sambutan baik dari semua peserta yang berjumlah 32 orang. (Petrus Kanisius, Yayasan Palung)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved