Muak dengan Kepala BRIN, Anggota DPR Sebut Ngibul Terus

"Saya merekomendasikan pergantian kepala BRIN karena ini sudah hampir dua tahun selalu bermasalah kayak gini," katanya.

|
Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TV PARLEMEN/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Kepala BRIN, Laksana Tri Handoko (kiri) bersama jajarannya dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Jumat 14 Juli 2023. Sejumlah anggota Komisi VII DPR RI meminta agar kepala BRIN diganti karena banyak timbulkan masalah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA - Anggota DPR RI, Gandung Pardiman mengaku muak dengan kepala BRIN, Laksana Tri Handoko.

Menurut legislator Partai Golkar ini, kepala BRIN selama ini memporak-porandakan lembaganya.

"Dengan mitranya dia ngibul terus," katanya di Rapat Dengar Pendapat Komisi VII bersama BRIN, yang tayang di Parlemen TV, Jumat 14 Juli 2023.

Gandung mengatakan, dirinya mendengar langsung pernyataan kepala BRIN yang mengaku biasa dimarahi DPR.

"Itu biarkan saja," kata Gandung menirukan pernyataan kepala BRIN.

Bikin Malu, Anggota DPR Minta Bandara Halim Perdana Kusuma Jakarta Ditutup

Pernyataan itu, kata Gandung, tentu tidak pantas. Hal itu menurutnya di luar batas kepatutan.

"Pelecehan ke komisi kita sudah terasa. Kenapa kita diam saja? Padahal banyak perjalanan keorganisasian dan keuangan BRIN tak sesuai aturan," katanya.

Dirinya kemudian mengusulkan agar dilakukan audit investigatif anggaran BRIN.

Sebelumnya di rapat yang sama, anggota Komisi VII lainnya, Maman Abdurrahman menegaskan agar BPK melakukan audit terhadap anggaran BRIN.

Maman mengusulkan agar Komisi VII merekomendasikan kepada aparatur terkait, BPK, untuk segera melakukan audit investigasi bahkan audit forensik terhadap penggunaan anggaran BRIN ini. ya, itu masuk dalam kesimpulan.

Kedua, saya tegas merekomendasikan pergantian kepala BRIN.

BNN Tunggu Penelitian BRIN Tentang Kratom, Komjenpol Petrus : Sudah Banyak Kecanduan Kratom

"Saya merekomendasikan pergantian kepala BRIN karena ini sudah hampir dua tahun selalu bermasalah kayak gini," katanya.

Kesempatan itu juga digunakan Maman untuk mengkarifikasi pemberitaan pada sebuah media massa. 

Media itu memberitakan terkait pat gulipat dana riset diseminasi konstituen.

"Pertama saya merespon yang paling aktual dulu mengenai pemberitaan di Tempo, ini ngeri sekali. Apa headlinenya ini pat gulipat dana riset diseminasi konstituen," kata Maman.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved