Sutarmidji Ingatkan Perusahaan di Kalbar Ikut Cegah Karhutla

Sutarmidji mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, pada 2019, kebakaran lahan paling banyak terjadi di wilayah perkebunan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MASKARTINI
Gubernur Sutarmidji Buka Rapat Koordinasi Teknis Bidang Organisasi se-Kalbar Tahun 2023 di Aula Garuda Gedung Terpadu Kantor Gubernur Kalbar, Selasa 20 Juni 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji, mengatakan pihaknya sudah mengingatkan perusahaan untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Pihaknya akan menindak tegas perusahaan yang di lahannya terdapat titik apa.

"Sekarang juga kita ingatkan kepada seluruh perkebunan, kita tidak mau tahu kalau ada titik api di koordinat mereka, maka akan kita sanksi," kata Midji dalam diskusi yang digelar Kementerian Kominfo, Senin 19 Juni 2023.

"Mau siapa bakarnya, kenapa terjadi api, itu terserah. Pokoknya ada di koordinat mereka," tegas Midji.

Sutarmidji mengungkapkan, berdasarkan data yang dihimpun pihaknya, pada 2019, kebakaran lahan paling banyak terjadi di wilayah perkebunan.

Gubernur Kalbar Sebut Sudah Melakukan Pengendalian Karhutla Bersama Semua Pihak

Mendapati fakta itu, pihaknya kemudian melakukan tindakan tegas.

"Ternyata kebakaran di 2019 itu paling besar koordinat perkebunan perkebunan bukan masyarakat. Langkah penegakan hukum ketika 2019 itu, kita sudah melakukan tindakan-tindakan yang sangat-sangat tegas," ungkapnya.

"Ada penyegelan 67 perusahaan, peringatan pada 157 perusahaan. Pidana 5 perusahaan dan 1 perorangan," tambahnya.

"Kalau penegakan hukum seperti ini bisa kita lakukan, maka perusahaan-perusahaan itu akan menjaga wilayah dia," ungkap Midji.

Penegakan hukum yang dilakukan, terbukti membuat angka Karhutla menurun.

Gubernur Midji mengatakan, tidak mungkin pemerintah bisa menjaga. karena luas lahan gambut di kalbar ini yang luasnya 2,8 juta hektare.

Dari 2,8 juta hektare ini yang tidak rusak cuman 0,09 persen.

Sementara 80,43 persen rusak ringan.

Rusak sedang 16,45 persen, rusak berat 2,75 persen dan rusak sangat berat 0,28 persen.

"Sebagian besar gambut yang rusak ini di area konsesi perkebunan. Makanya 2019 itu saya ambil tindakan beri peringatan ke 130 perkebunan. Kita tak bisa hanya berkutat seperti sekarang ini," katanya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved