Kabar Artis

Menjadi Korban Revenge Porn, Wanita Perlu Melindungi Dirinya dengan 5 Cara Ini

evenge porn merupakan bagian dari perilaku kekerasan terhadap perempuan yang sebetulnya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan sudah bisa dilihat

Tayang:
www.lavifirm.com
Perempuan sebagai pihak yang sering jadi korban, harus lebih waspada dengan melakukan observasi dari perilaku pasangannya sehari-hari. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Maraknya kekerasan pada perempuan kini bersifat revenge porn.

Ialah bentuk balas dendam yang dilakukan pelaku terhadap korban dengan menyebarkan konten pornografi korban karena satu dan lain hal.

Pada tahun 2019, Komnas Perempuan 2021 melaporkan bahwa Berdasarkan Catatan Tahunan (CATAHU) menjelaskan bahwa angka kasus kekerasan berbasis gender siber (ruang online/daring) mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Kekerasan pada perempuan ini pun tergolong dalam kekerasan berbasis gender online (KBGO).

Kasus yang dilaporkan langsung ke Komnas Perempuan pada 2019 terdapat 241 kasus dan mengalami peningkatan di 2021 hingga menjadi 940 kasus.

Ini Ancaman Bagi Pelaku Revenge Porn dan Contohnya, Penyebar Video yang Bernuansa Seksual

Hal serupa juga terjadi berdasarkan laporan Lembaga Layanan, di tahun 2019 terdapat 126 kasus, sementara di tahun 2020 naik menjadi 510 kasus, dan salah satu kasus yang banyak terjadi adalah revenge porn.

Mirisnya, pelaku kekerasan ini kebanyakan merupakan orang terdekat korban seperti pasangan.

Melansir dari laman Kompas.com, psikolog dari Citra Ardhita Psychological Services, Ayoe Sutomo, M.Psi memberikan pendapatnya mengenai tindakan pelecehan seksual ini.

Menurutnya, revenge porn merupakan bagian dari perilaku kekerasan terhadap perempuan yang sebetulnya tidak terjadi secara tiba-tiba, melainkan sudah bisa dilihat gejalanya dari awal.

Untuk itu, perempuan sebagai pihak yang sering jadi korban, harus lebih waspada dengan melakukan observasi dari perilaku pasangannya sehari-hari.

Sebagai contoh, emosi pasangan yang mudah meledak-ledak hanya karena hal kecil, atau kerap memaksa dan memberikan ancaman merupakan tanda bahwa pasangan berpotensi melakukan hal-hal lainnya yang bersifat kekerasan pada perempuan.

Di sisi lain, kebanyakan perempuan yang menjadi korban revenge porn merasa takut untuk mencari bantuan, karena adanya yang membahas mengenai hal yang perlu dilakukan oleh korban kekerasan khususnya revenge porn.

Mengenal Cara Kerja Doxing dan Contohnya, Dokumen Sensitif yang Bisa Tersebar di Internet

1. Kembali pada keluarga

Menurut aktivis gender, Tunggal Pawestri, jika orang-orang terdekat, terutama orang tua, dalam posisi mendukung korban, pelaku akan cenderung lebih mudah ditangkap.

Namun, jika korban pelecehan seksual tidak nyaman berbicara dengan orang tua, maka coba berbicara dengan orang-orang yang dapat dipercaya, seperti sahabat atau bahkan organisasi kewanitaan.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved