Ragam Contoh

Cara Menghentikan Emotional Meltdown, Pemicu Kondisi Stres dan Kesedihan yang Tak Terkontrol

Terlalu kelelahan hingga sedikit tidur dapat membuat seseorang lebih mudah tersinggung, marah, dan rentan terhadap stres.

|
Youtube
Bagi sebagian orang yang mengalami emotional meltdown yang viral di TikTok mungkin merasa tak bisa mengontrol kesedihannya seperti nangis tak terkendali. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Saat ini kembali viral pengertian emotional meltdown di TikTok.

Bahasa-bahasa yang susah dimengerti ini sering sekali digunakan bagi generasi baru sebagai bahsa sehari-hari.

Apakah kamu penasaran, apa sih maksud dari emotional meltdown tersebut?

Dilansir dari Everyday Health, istilah emotional meltdown yang viral di TikTok ini merupakan suatu kondisi yang menggambarkan bahwa kita diliputi emosi.

Bagi sebagian orang yang mengalami emotional meltdown yang viral di TikTok mungkin merasa tak bisa mengontrol kesedihannya seperti nangis tak terkendali.

Mungkin ada pula yang mengalami panik, melarikan diri dari situasi penuh tekanan, dan bahkan memukul dengan marah.

Arti Kata Gamon Lagi Tren di Medsos Yang Sebenarnya, Berikut Ini 2 Contohnya

Menurut Robin Stern, PhD, psikoanalis berlisensi dan salah satu pendiri serta direktur Yale Center for Emotional Intelligence di Amerika Serikat, menyatakan bahwa sebenarnya mengalami meltdown sesekali adalah hal yang normal.

"Kamu mungkin tiba-tiba menangis atau marah karena merasa lepas kendali, kewalahan dengan tekanan dan hal-hal dalam hidup Anda yang tidak dapat diprediksi. Itu tidak berarti ada sesuatu yang 'salah' denganmu," ujar Robin Stern.

Menurutnya kondisi tersebut merupakan indikasi bahwa kamu sedang mengalami masa-masa sulit, serta ada beberapa kebutuhan pribadi dan emosional yang tidak terpenuhi.

Untungnya kondisi emotional meltdown ini bisa pulih, selain itu pengidapnya juga dapat belajar mengelola stresor dalam hidup sehingga kemungkinan kehancuran di masa depan lebih kecil.

7 Tips Membuat Kata Sambutan Singkat yang Baik Beserta Contohnya

Pemicu Emotional Meltdown

Kassondra Glenn, seorang ahli pekerja sosial berlisensi dan konsultan dari Prosperity Haven Treatment Center di Amerika Serikat, menjelaskan bahwa pemicu umum emotional meltdown dapat meliputi:

- Terlalu kelelahan hingga sedikit tidur dapat membuat seseorang lebih mudah tersinggung, marah, dan rentan terhadap stres.

- Kelaparan, jika terlalu lama tanpa makanan maka dapat menyebabkan kadar gula darah yang cukup rendah.

Kondisi tersebut menyebabkan energi rendah, gemetar, sakit kepala, dan kesulitan fokus.

- Kewalahan, misalnya terlalu banyak tanggung jawab juga memicu emotional meltdown.

- Trasnsisi kehidupan besar seperti mendapatkan atau kehilangan pekerjaan, memulai atau mengakhiri hubungan, pindah rumah baru, menikah, melahirkan dan bentuk transisi lainnya membuat kita rentan akan masalah emosional.

- Masalah hubungan yang belum tertangani seperti membiarkan konflik membara biasanya menghasilkan stres.

Tanda-tanda Perilaku Playing Victim, Mengapa Orang Bisa Menjadi Playing Victim? Kenali Contohnya

Cara Menghentikan Emotional Meltdown

"Sangat penting untuk berhenti ketika kita mengalami emosi yang luar biasa. Otak kita bekerja secara berbeda pada saat-saat ini dan tidak memiliki kapasitas untuk membuat keputusan yang logis," kata Kassondra Glenn.

Ia menyatakan grounding techniques seperti mengirimkan kesadaran ke arah kaki, menyentuh ujung jari di kedua tangan, dan latihan pernapasan dapat menjadi cara yang bisa membantu untuk menenangkan diri.

Selain itu, Kassondra Glenn menyatakan ada lima langkah deep breathing:

- Tarik napas dalam-dalam selama empat detik

- Tahan napas selama empat detik

- Buang napas selama empat detik

- Berhentilah selama empat detik sebelum menarik napas lagi

- Ulangi sampai kamu merasa lebih tenang.

Perlu dicatat bahwa langkah-langkah tersebut tidak akan membalikkan situasi yang sulit atau menghilangkan masalah yang memicu respons emosional yang kuat.

Akan tetapi menurut Kassondra Glenn menenangkan diri sebelum merespons membantumu mengatasi situasi dari tempat yang tidak terlalu emosional dan lebih bijaksana.

(*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved