Tekan Stunting, Kepala Perwakilan BKKBN Kalbar Targetkan Kesediaan Data dan Alat Ukur Kesehatan
Pintauli Romangasi mengatakan sesuai dengan arahan Sutarmidji, kelemahan Provinsi Kalbar dalam penanganan stunting ada pada data.
Penulis: Jovanka Mayank Candri | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Kalimantan Barat Pintauli Romangasi Siregar dikukuhkan oleh Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji di Aula Garuda, Gedung Terpadu, Kantor Gubernur Kalimantan Barat pada Rabu 3 Mei 2023 lalu.
Pintauli Romangasi mengatakan sesuai dengan arahan Sutarmidji, kelemahan Provinsi Kalbar dalam penanganan stunting ada pada data. Terkait itu, pihaknya sudah melakukan audiensi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat.
Kedepan, dalam waktu dekat ini pihaknya akan mencoba untuk mencari tahu data-data stunting ada dimana saja sesuai dengan by name by address.
"Kebetulan di BKKBN seperti yang sudah disampaikan oleh Bapak Deputi, kita punya data berisi konstanting yang memang dihasilkan dari PK 2022. Untuk melengkapi apa yang sudah dilakukan oleh BKKBN kami harus berkoordinasi juga dengan Dinas Kesehatan," ujarnya saat dihubungi TribunPontianak.co.id melalui WhatsApp, Jumat 5 Mei 2023.
Ia menyampaikan dalam waktu dekat ini sudah tahu persis bahwa yang akan pihaknya targetkan dan kejar untuk penurunan angka stunting ini salah satunya adalah data ibu hamil.
"Berdasarkan data yang didapat ternyata masih tingginya di Kalimantan Barat mengenai rajin atau tidaknya mereka datang ke fasilitas kesehatan, itu yang mau kita kaji lebih jauh. Inilah nanti mungkin target kami kepada para perguruan tinggi maupun para peneliti melihat dan mengkaji lebih jauh hal-hal apa yang di amanatkan oleh Pak Gubernur," jelasnya.
• Headline Hari Ini: Gubernur Sutarmidji Beberkan 3 Upaya Penurunan Angka Stunting di Kalbar
Lebih lanjut, Pintauli katakan bahwa Dinas Kesehatan sudah menyampaikan terkait alat-alat yang akan digunakan seperti apa saja alat ukur yang harus dimiliki.
"Untuk target awal kita siapkan data dan kebutuhan apa yang dibutuhkan untuk hal-hal tersebut, seperti USG misalnya, kami akan terus berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan untuk memenuhi kebutuhan tersebut di tiap tempat fasilitas kesehatan," ungkapnya.
Selain itu, terkait hal desa mandiri, pihaknya akan terus melihat indikator di masing-masing desa, artinya, desa mandiri ini jika memang di kolaborasikan seperti harapan Gubernur Kalbar, yang salah satu indikatornya terkait kesehatan apakah itu memang fokus stunting, pihaknya akan mencoba kaji lebih jauh karena memang desa mandiri ini sudah menjadi target nasional.
"Kita di BKKBN punya yang namanya Kampung KB yang punya indikator tersendiri, kalau Kampung KB bisa kita sandingkan, bisa kita kolaborasikan, akan menjadi hal yang luar biasa," ungkapnya.
• Untan Pontianak Libatkan Dosen Hingga Mahasiswa dalam Menekan Angka Stunting di Kalbar
Ikuti Terus Berita Terupdate Seputar Kalbar Hari Ini Di sini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Kepala-Perwakilan-Badan-Kependudukan-dan-Keluarga-Berencana.jpg)