Idul Fitri

Omzet Pedagang Kaki Lima di Pontianak Malah Turun Jelang Lebaran

Sama halnya dengan salah satu pedagang celana, Arul juga menyetujui pernyataan tersebut. Ia juga merasakan penurunan omzet pada Lebaran tahun ini.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/JOVANKA MAYANK CANDRI
Salah satu pedagang pakaian muslim, Dede mengatakan bahwa omzetnya justru mengalami penurunan dibanding lebaran tahun lalu. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Hari raya Idul Fitri 2023 semakin dekat. Namun, omzet beberapa para pedagang kaki lima di Kota Pontianak justru mengalami penurunan dibanding tahun lalu. Hal itu dirasakan oleh Syarif Maulana, salah satu pedagang pakaian muslim yang melapakkan dagangannya di Jalan Prof. M. Yamin Pontianak.

Menurutnya, omzet tahun ini bahkan hanya 30 persen, sekedar balik modal saja dari pendapatan tahun lalu.

"Tahun ini justru turun, lebaran tahun lalu malah lebih ramai dan omzet banyak dicapai. Tahun ini jauh omzet penjualan, walaupun ini terlihat ramai yang berkunjung, tapi tetap saja pendapatan menurun," ujarnya saat diwawancarai Tribunpontianak.co.id, Kamis 13 April 2023.

"Tapi kita manusia harus tetap bersyukur walaupun realita di lapangan signifikan menurun, 30 persen baru modal saya ketarik, belum untung, hanya modal saja, jadi 70 persen modal saya masih melekat disini," sambungnya.

Sama halnya dengan salah satu pedagang celana, Arul juga menyetujui pernyataan tersebut. Ia juga merasakan penurunan omzet pada Lebaran tahun ini.

Meski PPKM Sudah Dicabut, Omzet Nasib Pedagang Kaki Lima di Pontianak Jelang Lebaran Justru Menurun

Ia katakan tahun ini pengunjung relatif sepi. Dibandingkan tahun sebelumnya, dari pertengahan puasa hingga jelang lebaran, pengunjung sudah mulai ramai berbelanja.

Penurunan omzet penjualannya, kata dia, bisa mencapai 50 persen lebih dibandingkan bulan puasa tahun sebelumnya karena benar-benar sepi pembeli. Jika sebelumnya bisa menjual hingga ratusan potong celana, maka selama puasa hingga menjelang Lebaran tahun ini baru puluhan potong saja celananya yang laku.

"Jauh beda dengan tahun lalu. Saya buka sejak hari pertama Ramadhan. Memang sangat terasa bedanya, tahun ini memang berkurang," ucapnya.

"Tahun kemarin mungkin karena masih covid, mereka harus pakai masker, tahun ini kan sudah bebas, jadi mereka juga bebas mau ke mall, mungkin mall lebih enak juga kan," katanya.

Sementara penjual baju lainnya, Dede juga mengatakan penjualan cenderung menurun dibanding tahun lalu. Dede juga tidak merasakan puncak pembelian yang cukup signifikan.

Ia akui di tahun sebelumnya, omzet dapat mencapai 70 persen dari harga modal, sedangkan sekarang, ia baru saja mencapai uang modal saja, sepeser keuntungan belum ia dapatkan.

"Untuk tahun ini, belum ada kenaikan. Alhamdulillah pembeli masih lumayanlah, tapi tidak seperti yang tahun lalu," tutupnya. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved