Kadisperindagkop UKM Kota Singkawang Fokus Pada Penurunan Inflasi

Kota Singkawang mengalami inflasi year on year (yoy) sebesar 5,41 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,66.

Penulis: Zulfikri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ZULFIKRI
Kadisperindagkop UKM Kota Singkawang, Muslimin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Kadisperindagkop UKM Kota Singkawang, Muslimin mengatakan penurunan angka Inflasi akan menjadi fokus dengan terus dilakukan sidak lapangan.

"Sidak harga bahan pokok ke pasar brringin dan pasar alianyang bersama tim dan Satgas pangan Polres Singkawang," ucapnya saat diwawancarai Tribun Pontianak, Selasa 11 April 2023.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalbar pada Maret 2023, Kota Singkawang mengalami inflasi tertinggi dari 14 Kabupaten Kota di Provinsi Kalimantan Barat.

Kota Singkawang mengalami inflasi year on year (yoy) sebesar 5,41 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 113,66.

Inflasi pada Maret 2023 gabungan 3 kota IHK di Kalbar mengalami inflasi yoy sebesar 5,06 persen.

Wakapolres Singkawang Kompol Indra Asrianto Pimpin Kegiatan Bakti Sosial Untuk Negeri

Kota Singkawang mengalami inflasi tertinggi sebesar 5,41 persen, diikuti Kota Pontianak sebesar 5,04 persen dan Sintang mengalami inflasi yoy 4,60 persen.

Dalam penurunan Inflasi ia juga melakukan sidak ke agen-agen distributor yg menampung dan menjual barang-barang bahan pokok.

"Seperti agen beras, agen migor, agen gula pasir dan agen telur ayam agar tidak menaikkan harga yg terlalu tinggi ke pengecer dan konsumen," katanya.

Selanjutnya melakukan koordinasi dan melaporkan hal-hal penting terkait kelangkaan pasokan bahan pokok dari Pontianak ke wilayah Singkawang ke Dinas Perindag ESDM Provinsi Kalimantan Barat.

Berikutnya melakukan rapat tim TPID tingkat Kota Singkawang untuk mengupdate info-info terkini terkait situasi pasar dan harga.

Tak hanya itu saja, Operasi pasar dilakukan secara rutin di pasar Beringin dan pasar Alianyang dengan mensubsidi harga beras, migor dan gula pasir.

"Tujuannya membantu masyarakat dapat membeli 3 komoditi bahan pokok tersebut dengan harga murah jauh dibawah harga pasar," ungkapnya.

"Ini juga sebagai cara tidak langsung untuk menekan kenaikan harga di tingkat pedagang pasar," tutupnya. (*)

Ikuti Terus Berita Lainnya di Sini

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved