Ramadhan Kareem

Beda Shalat Sunnah Dhuha dan Syuruq Bolehkan Dikerjakan Bersamaan Saat Ramadhan ?

Ada banyak sekali keutamaan yang didapatkan jika kita rutin mengerjakan shalat Dhuha dan Syuruq.

Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Enro
Shalat Dhuha dan Syuruq merupakan satu di antara Shalat Sunnah yang bisa diperbanyak saat Ramadhan 1444 Hijriah. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Memperbanyak Shalat Sunnah merupakan hal yang perlu dilakukan saat Ramadhan.

Setiap kebaikan yang kita laksanakan dibulan Ramadhan maka pahalanya akan dilipatgandakan.

Shalat Dhuha dan Shalat Syuruq merupakah shalat sunah yang dianjurkan ketika bulan Ramadhan.

Ada banyak sekali keutamaan yang didapatkan jika kita rutin mengerjakan shalat Dhuha dan Syuruq.

Shalat Dhuha dan Syuruq merupakan Shalat yang dikerjakan setelah munculnya Fajar atau di pagi hari.

Pilihan Surat Alquran Dibaca Rasulullah SAW Saat Witir Al A’laa, Al Kafirun Hingga Al Ikhlas

Lantas apa beda antara Dhuha dan Syuruq?

Secara bahasa “Dhuha” diambil dari kata ad-Dhahwu artinya siang hari yang mulai memanas.

Sebagaian ulama Syafi’iyah berpendapat bahwa waktu mulainya shalat dhuha adalah tepat setelah terbitnya matahari.

Namun dianjurkan untuk menundanya sampai matahari setinggi tombak. Pendapat ini diriwayatkan An Nawawi dalam kitab Ar-Raudhah.

Sebagian ulama syafi’iyah lainnya berpendapat bahwa shalat Dhuha dimulai ketika matahari sudah setinggi kurang lebih satu tombak. Pendapat ini ditegaskan oleh Ar Rofi’i dan Ibn Rif’ah.

Demikian yang menjadi pendapat Imam Abu Syuja’ dalam matan At-Taqrib, ketika beliau menjelaskan waktu-waktu yang terlarang untuk shalat.

Hal yang sama juga menjadi pendapat Imam Al-Albani. Beliau ditanya tentang berapakah jarak satu tombak.

Beliau menjawab: “Satu tombak adalah 2 meter menurut standar ukuran sekarang.” (Mausu’ah Fiqhiyah Muyassarah, 2/167).

Sebagian ulama’ menjelaskan, jika diukur dengan waktu maka matahari pada posisi setinggi satu tombak kurang lebih 15 menit setelah terbit.

Batas Akhir dan Tata Cara Menunaikan Zakat Fitrah di Bulan Ramadhan 1444 Hijriah

Sementara Syuruq artinya terbit. Syaraqat as-Syamsu [شَرَقَتِ الشَّمْسُ] artinya matahari terbit.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved