Ramadhan Kareem
BERAPA Lama Waktu Minimal Iktikaf di 10 Malam Terakhir Ramadhan 1444 Hijriah
Lailatul qadar hendaklah dihidupkan dengan shalat, membaca Alquran, dan memperbanyak doa karena malam tersebut adalah malam yang utama dalam setahun.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Iktikaf merupakan amalan yang dikerjakan pada 10 malam terkahir Ramadhan 1444 Hijriah.
Iktikaf berarti tetap atau menetap.
Sementara secara itilah iktikaf diartikan berdiam di masjid yang dilakukan oleh orang tertentu dengan niat khusus.
Pada Ramadhan orang-orang berlomba-lomba ingin bertemu Lailatur Qadar.
Ikhtiar agar dipertemukan dengan malam Lailatul Qadar adalah dengan melaukan amalan Iktikaf.
• SAHKAH Niat Puasa Ramadhan 1444 Hijriah Setelah Waktu Subuh? Dalil Waktu Niat Puasa Wajib dan Sunnah
Hukum iktikaf adalah sunnah muakkad dan dianjurkan dilakukan di setiap waktu di Ramadhan atau selain Ramadhan.
Namun di sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan lebih utama dari hari lainnya karena dicarinya lailatul qadar pada malam tersebut.
Lailatul qadar hendaklah dihidupkan dengan shalat, membaca Alquran, dan memperbanyak doa karena malam tersebut adalah malam yang utama dalam setahun.
Allah Ta’ala berfirman,
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ
“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al-Qadr: 3).
Maksudnya adalah amalan pada malam lailatul qadar lebih baik dari amalan pada seribu bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar.
Sebagaimana kata Imam Syafi’i dan mayoritas ulama, malam ini diperoleh pada sepuluh hari terakhir dari bulan Ramadhan.
Adapun Syarat Iktikaf di antaranya :
Niat
DOA Setelah Sholat Tarawih Agar yang Diinginkan Segera Diijabah Lengkap Bacaan Latin dan Artinya |
![]() |
---|
APAKAH Onani di Siang Bolong Saat Ramadhan dapat Membatalkan Puasa? Cek Hukumnya Disini ! |
![]() |
---|
KUMPULAN Doa Buka Puasa Ramadhan 2025 yang Shahih dan Mustajab Lengkap dengan Keutamaannya |
![]() |
---|
DAFTAR Takjil yang Sehat dan Praktis Buat Buka Puasa Lengkap Manfaat Konsumsi Takjil yang Sehat |
![]() |
---|
Niat Mandi sebelum Puasa Ramadhan 2025 M atau Padusan di Hari Terakhir Bulan Syaban 1556 H |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.