BEM KBM FISIP Untan Pontianak Gelar FGD Stop Sexual Harassments: Kenali, Cegah, dan Laporkan!
Tema FGD itu berlandaskan pada kasus kekerasan seksual terutama terhadap perempuan di Indonesia yang dinilai semakin memprihatinkan.
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - BEM KBM Fisip Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak Gelar Kegiatan Focus Groups Discussion (FGD) bertema Stop Sexual Harrasments: Kenali, Cegah, dan Laporkan! duduk bersama, satukan pikiran melawan kekerasan seksual, di Aula Magister Fisip Untan Pontianak pada Jumat 3 Maret 2023 kemarin.
Tema FGD itu berlandaskan pada kasus kekerasan seksual terutama terhadap perempuan di Indonesia yang dinilai semakin memprihatinkan. Pasalnya, siapa saja bisa menjadi korban, siapapun dapat menjadi pelaku, tidak peduli laki-laki atau perempuan, rekan kerja, teman dekat, orang asing, bahkan keluarga sendiri.
"Oleh karena itu pentingnya kesadaran dan kewaspadaan akan kekerasan seksual, minimal dimulai dari diri kita sendiri," kata Presiden Mahasiswa (Presma) BEM Fisip Untan Pontianak, Sahril Novian Pratama kepada TribunPontianak.co.id pada Sabtu 4 Maret 2023.
Untuk itu, sebagai salah satu ajang dalam meningkatkan awareness terhadap hal ini, tidak henti-hentinya Kementerian Pemberdayaan Perempuan BEM KBM Fisip Untan Pontianak berusaha untuk menyuarakan perlawanan serta pendampingan terhadap kekerasan seksual terutama yang terjadi di sekitar lingkungan kampus.
Ia mengatakan kegiatan ini tampak sedikit berbeda, karena jika biasanya dilakukan dengan orasi atau kampanye yang bersifat satu arah saja, namun kali ini kegiatannya hadir dengan bentuk diskusi dua arah, lebih tepatnya FGD.
• Sebagai Tuan Rumah KKN Kebangsaan XI Tahun 2023, Untan Akan Gelar Rakor dan Peninjauan Lokasi KKN
Walau hanya berbentuk diskusi saja seperti biasanya, tampak antusiasme yang besar dalam bentuk kehadiran peserta dengan jumlah yang banyak meski cuaca pada saat itu sedang diguyur hujan deras.
Antusiasme peserta yang mayoritas dari kalangan perempuan tersebut mungkin dapat dijelaskan dengan kehadiran tiga wanita hebat yang berpengalaman pada bidangnya masing-masing, seorang pengajar di institusi pendidikan tinggi, seorang pegiat organisasi kewanitaan dan seorang pejabat wanita yang berpengaruh di daerahnya.
Ketiga pembicara tersebut adalah Dosen Fisip Untan Pontianak, Syrf. Emma Rahmaniah, kemudian pegiat organisasi GEMAWAN Rahmaniah, dan Anggota DPRD Kota Pontianak Bebby Nailufa. Jalannya diskusi ini dipimpin oleh moderator Nia Nurdiani, Menteri Pemberdayaan Perempuan BEM KBM Fisip Untan.
“Melawan kekerasan seksual bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, melainkan juga peran kita mahasiswa selaku bagian dari masyarakat,” jelasnya Sahril Novian Pratama dalam kata sambutannya.
Kegiatan FGD tersebut resmi dibuka oleh Wakil Dekan III Kemahasiswaan FISIP UNTAN yang kali ini diwakili oleh Syrf. Emma Rahmaniah, yang sekaligus menjadi pembicara dalam kegiatan ini.
“Kekerasan seksual dapat dilawan salah satunya adalah dengan berani berbicara, banyak yang meremehkan kekuatan dari berani bicara ini, padahal efektivitasnya besar,” terangnya
"Mengenai pentingnya berani bicara bagi siapa saja di lingkungan kampus, bukan hanya mahasiswa saja yang dapat menjadi korban," lanjutnya.
• Tim KKN Kebangsaan Untan Survei Lokasi Kegiatan KKN Kebangsaan ke XI Tahun 2023 di Sambas
FGD dimulai dengan pemaparan materi dari ketiga pembicara, Dr. Syrf. Emma Rahmaniah, M. Ed memberikan presentasi yang berjudul “Ayo bersuara! Luka mereka, duka kita” yang berisi tentang segudang kasus dan latar belakang kekerasan terhadap perempuan di berbagai tempat di dunia serta bagaimana cara menanggulanginya.
Kemudian dilanjutkan pembicara kedua, Rahmaniah, S.H yang memberikan presentasinya yang berjudul “Pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi” yang secara garis besar membahas mengenai penanganan dan perlindungan kasus kekerasan seksual dari cara pandang hukum.
Selain itu pembicara ketiga, Bebby Nailufa memilih untuk tidak menggunakan presentasi dari power point, ia memilih untuk berbicara sesuai dengan topik yang sudah dipaparkan kedua pembicara sebelumnya, namun dari sisi dan pengalaman seorang wanita yang menjabat sebagai anggota DPRD Kota Pontianak, ia membicarakan mengenai implementasi kebijakan pemerintah dalam penangan kekerasan seksual yang terjadi di kota Pontianak.
Ngeri! Truk Terguling di Budi Utomo Pontianak Usai Kecelakaan Beruntun Libatkan Motor dan Ambulans |
![]() |
---|
DAFTAR Lengkap Anggota DPRD Kota Singkawang Periode 2024–2029, Pimpinan hingga Komisi |
![]() |
---|
Pemuda Diharapkan Jadi Garda Depan Keamanan demi Investasi Berkelanjutan di Mempawah |
![]() |
---|
Desa Arung Parak Sambas Libatkan Poktan Tanam Jagung 1 Hektar, Komit Dukung Ketahanan Pangan |
![]() |
---|
Cara Membuat Google Form Untuk Pendaftaran dan Event, Cek Tahapan dan Langkahnya |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.