Dulu Tak Laku Dijual Kini Diakui Kementan, Intip Keunggulan Alpukat Lilin Sinka Asal Singkawang

Menurut penuturan Florentinus Anum, setelah adanya pengakuan secara nasional ini, Alpukat Lilin Sinka boleh dikembangkan di seluruh Indonesia

|
Penulis: Rizki Kurnia | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Multi Siahaan.
Pengunjung Taman Bougenville Singkawang, Multi Siahaan memperlihatkan buah Alpukat Lilin Sinka. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Alpukat Lilin Sinka resmi diakui secara nasional sebagai varietas unggul dari Kota Singkawang. Jenis alpukat yang tak kenal musim ini dinilai punya potensi pasar dalam maupun luar negeri.

Pengakuan atas keistimewaan Alpukat Lilin Sinka dibuktikan dengan keluarnya Surat Keputusan (SK) Menteri Pertanian RI Nomor: 410/kpts/PV.240/D/XI/2022 tentang Pemberian Tanda Daftar Varietas Tanaman Hortikultura Alpukat Lilin Sinka.

SK ini menunjukkan bahwa Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui Sekretariat Jenderal (Sekjen) Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian (PPVTPP) RI mengakui Alpukat Lilin Sinka ini merupakan komiditas varietas unggul dari Kota Singkawang.

SK diserahkan oleh Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Barat, Florentinus Anum kepada Penjabat (Pj) Wali Kota Singkawang, Sumastro pada Kamis 16 Februari 2023 malam.

Menurut penuturan Florentinus Anum, setelah adanya pengakuan secara nasional ini, Alpukat Lilin Sinka boleh dikembangkan di seluruh Indonesia, bahkan hingga ke luar negeri.

“Varietas ini sudah teruji keunggulan dan keabsahannya. Secara alamiah, satu pohon alpukat ini menghasilkan buah yang banyak tanpa mengenal musim," terang Florentinus Anum.

Alpukat Lilin Sinka dari Singkawang Diakui Sebagai Varietas Unggul di Indonesia

Florentinus berharap, para petani Singkawang tidak hanya membibit, namun juga menanam sebanyak-banyaknya pohon Alpukat Lilin Sinka. Sehingga nanti hasil buahnya bisa dijual dalam jumlah banyak dan bila perlu diekspor ke luar negeri.

"Jangan sampai petani Singkawang hanya membibit dan malah membeli buah Alpukat yang bibitnya asli Singkawang dari petani daerah lain," terangnya.

Alpukat Lilin Sinka punya karakteristik kulit buah yang berwarna kuning kehijauan dan tekstur kulitnya yang mengkilat. Rasa daging buahnya cenderung manis dengan berat mencapai 290 - 695 gram per buah. Daya simpan buah ini diperkirakan antara 6-8 hari. Perkiraan umur pohon induk tunggal Alpukat Lilin Sinka mencapai 41 tahun.

Owner Taman Bougenville Singkawang, Sudarminto merupakan salah satu petani Alpukat Lilin Sinka Singkawang menjadi pemilik Pohon Induk Tunggal (PIT) Alpukat Lilin Sinka seperti yang tertera di SK Kementan RI Nomor: 410/kpts/PV.240/D/XI/2022.

Sudarminto mengaku sangat tidak menyangka bahwa permintaan akan Alpukat Lilin Sinka mengalami peningkatan berberapa tahun belakangan ini.

"Jujur tidak menyangka akan seperti ini. Awalnya, saya tanam di Singkawang itu belum ada peminatnya, meski sudah ditawarkan harga Rp 2.500 per kilogram tidak laku. Herannya, setelah 40 tahun membudidayakan akhirnya banyak peminatnya," ujar Sudarminto.

Dirinya bersyukur dapat berkontribusi membantu Pemerintah Kota Singkawang untuk memiliki komoditas unggulan lainnya.

"Saya bersyukur bisa membantu Pemkot Singkawang untuk punya komoditas unggulan Alpukat Lilin Sinka," katanya.

Cerita Pemilik Taman Bougenville Singkawang Tak Laku Jual Bibit Alpukat Lilin Sinka

Penjabat (Pj) Wali Kota Singkawang Sumastro begitu bangga dan sangat menghargai kegigihan dan perjuangan para petani yang turut berperan dalam mengembangkan bidang pertanian di Kota Singkawang.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved