Erick Thohir Nilai Percepatan Efektivitas Pelabuhan Kijing Diperlukan Kolaborasi Pemda dan Pusat

Selain infrastuktur penunjang yang memadai, Erick memaparkan keberadaan sebuah pelabuhan juga harus didukung oleh kehadiran kawasan industri yang juga

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/MUHAMMAD FIRDAUS
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir. Pasca menjadi pembicara dalam kuliah umum yang digelar oleh Universitas Tanjungpura Pontianak. Sabtu, 4 Februari 2023. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Untuk mendukung percepatan efektifnya aktivitas Pelabuhan Internasional Kijing Mempawah, Menteri BUMN, Erick Thohir menyampaikan hal itu harus adanya peran dan dukungan oleh pemerintah daerah.

Menurutnya, pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus berkolaborasi mendorong pembangunan-pembangunan infrastruktur pendukung yang menunjang percepatan aktivitas pelabuhan yang efektif.

"Kemarin kan kita sudah mulai membuka pelabuhan, tentu pelabuhan itu harus juga ada dukungan dari pemerintah daerah. Jalannya tembus tidak? Lalu nantinya jalan tolnya ada tidak? Industrial estate nya ada tidak? Itu yang harus kita dorong," ucap Erick Thohir pasca menghadiri kuliah umum Universitas Tanjungpura, Sabtu 4 Februari 2023.

Selain infrastuktur penunjang yang memadai, Erick memaparkan keberadaan sebuah pelabuhan juga harus didukung oleh kehadiran kawasan industri yang juga memadai dan sesuai dengan kekayaan alam atau potensi daerahnya masing-masing.

Hadiri Kuliah Umum Untan, Erick Thohir Sampaikan 3 Progam BUMN Dukung Perkembangan Perguruan Tinggi

"Cuman industrial estate yang seperti apa? yang ada hubungannya dengan kekuatan disini. Apakah turunan dari bauksit, apakah turunan dari kelapa sawit, dan lain-lain. Karena masing-masing daerah di Indonesia pasti berkompetisi untuk mencari solusi pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerjaan."

"Tapi ndak bisa carbon copy, bapak presiden sudah bicara ini juga kan, ayo dong setiap provinsi dan kota punya keunikan, jangan saling carbon copy," pungkasnya.

Ia pun menegaskan, kedua hal tersebut harus menjadi perhatian dan harus terus didorong baik oleh pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat.

Oleh karena itu, diperlukan langkah-langkah kolaborasi yang tepat, sehingga percepatan efektifnya aktivitas Pelabuhan Kijing segera terwujud.

"Ini yang harus kita bangun, supaya apa? Ada kepastian keberlanjutan di daerah masing-masing. Misalnya contoh, tidak semua daerah bisa menjadi tujuan wisata, tidak semua daerah bisa menjadi industrialisasi untuk nikel atau bauksit, gitu memang ada keunikan masing-masing daerah," ujarnya.

"Nah ini harus tidak hanya bergantung tangan dengan pemerintah pusat, tapi pemerintah daerah harus berkolaborasi. Jangan contoh, bangun jalan tol, tetapi jalan-jalan kecil di jalan tolnya tidak bersambung ke tol, itu kan sayang," ungkapnya.

Erick Thohir Siap Sumbang Rp 500 Juta untuk Masjid Agung Singkawang

Erick pun menegaskan, pembangunan infrastruktur yang memadai telah terbukti dapat menjadi pemicu percepatan pertumbuhan ekonomi suatu daerah.

"Padahal kalau kita lihat ketika dibangun jalan tol pertumbuhan ekonomi terjadi, kenapa? Seperti yang di Sumatera itu langsung kelihatan, bagaimana logistik dari Sumatera Utara itu lebih bagus,"

"Waktu arus mudik tahun kemaren ketika semua orang menebak-nebak, oh ini yang naik kendaraan bermotor dan mobil, ternyata yang paling naik besar 173 persen kenaikan paling besar itu truk. Makanya kemaren dibuka lagi waktu itu pelabuhan panjang di Sumatera untuk mendukung Bakauheni," paparnya.

"Itu pelajaran-pelajaran yang kita lihat, artinya apa? dengan terjadinya perbaikan-perbaikan jalan tol, infrastruktur yang sudah diterapkan, ada efek untuk peningkatan ekonomi," imbuhnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved