Kisah Mirani Mauliza, Dari Narapidana Pontianak Hijrah Ekstrem dan Qolbu Kini Menjadi Penulis Buku

Tidak hanya itu, dirinya lalu dilaporkan atas kasus dugaan penipuan oleh banyak orang dan harus menjalani pidana penjara selama 6 bulan.

Penulis: Ferryanto | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/FERRYANTO
Mirani Mauliza, Penulis Buku asal Pontianak saat menceritakan kisah hidupnya pada kegiatan Hijrah Day, Minggu 22 Januari 2023 malam. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - "Titik terendahmu akan menjadi titik terindahmu nanti" itulah yang menjadi penguat dan prinsip hidup dari Mirani Mauliza saat acara Hijrah Day di Qubu Resort, Kabupaten Kubu Raya.

Mirani Mauliza yang merupakan penulis buku asal Kota Pontianak mengatakan bahwa bila saat ini ada yang sedang dalam ujian Allah SWT dan berada di titik terendah, hendaknya introspeksi diri atau Muhasabah, kemudian memperbaiki diri agar menjemput pertolongan Allah, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Karena bila seseorang saat ini sedang ada dalam titik terendahnya, berarti Allah sedang menegur orang itu, Allah memberikannya ujian masalah agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

Teguran, ujian dari Allah dikatakannya merupakan bentuk kecintaan Allah terhadap umatnya.

Dihadapan ratusan orang yang hadir dalam kegiatan Hijrah Day Minggu 22 Januari 2022, Penulis Buku Hijrah Ekstrem itu menceritakan bahwa dirinya pernah berada di titik puncak, memiliki karir cemerlang serta harta melimpah, namun itu tak berlangsung lama, dirinya mengatakan bahwa dirinya mendapat teguran dari Allah SWT pada tahun 2009.

Ketika itu, bisnisnya bangkrut hingga dirinya harus menanggung hutang milyaran rupiah.

Tidak hanya itu, dirinya lalu dilaporkan atas kasus dugaan penipuan oleh banyak orang dan harus menjalani pidana penjara selama 6 bulan.

IAIN Pontianak Peringkat 10 Kampus Islam Negeri Terbaik Indonesia Versi Webometrics 2022

Selama menjalani Pidana itu dirinya bermuhasabah, intropeksi diri, terus berusaha mendekatkan diri kepada Allah.

Berkat dukungan orang tua, suami, mertua serta keluarga, hingga akhirnya mampu bangkit dan dapat melanjutkan kehidupan secara lebih baik.

Pengalaman menjemput pertolongan Allah itupun ia tuliskan dalam buku terbarunya Hijrah Qolbu.

Ada 10 Dosa yang ia Muhasabah agar pertolongan Allah segera datang.

Pertama Dosa Syirik, kedua Meninggalkan Sholat, ketiga Tidak memuliakan orang tua, berbuat zina, memakan harta haram, meminum khamr, memutus silaturahmi, berbohong, kikir, ghibah,''tuturnya.

"Ini merupakan perjalanan hati saya, Hijrah Qolbu saya, bagaimana kita menjemput pertolongan Allah terhadap apa yang takdirkan kepada kita,'tuturnya.

"Bila saat ini ada yang sedang dalam titik terendahnya, yang harus dilakukan pertama yakni perbaiki dulu hubungan kita dengan Allah, cara memperbaikinya dengan tobat, kita list apa dosa - dosa kita, kita muhasabah, lalu kita perbaiki hubungan dengan Allah," terangnya.

Pemilihan Direktur RSUD dr Soedarso Pontianak, Warga: Semoga Mempermudah Dalam Berobat

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved