Bulog Kalbar Siapkan 5 Ribu Ton Beras Pada Program SPHP

Dia juga menerangkan, bahwa hal tersebut juga telah diatur dalam ketetapan Permendag mengenai harga eceran tertinggi beras medium.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Muhammad rokib
foto saat Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalbar, Bambang Prihatmoko saat meninjau pasar murah di depan kantor Ferum Bulog Kalbar, Jalan Sultan Abdurrahman, Pontianak Kalimantan Barat, Rabu 18 Januari 2023. oki 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ferum Bulog Kalbar menyiapkan sebanyak 5 ribu ton beras dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan ( SPHP ) khususnya untuk beras medium yang menggunakan Cadangan Beras Pemerintah ( CBP ) sebagaimana intruksi dari Badan Pangan Nasional.

Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalbar, Bambang Prihatmoko menyampaikan, bahwa pihaknya juga sudah mulai menyalurkan beras program SPHP ke pedagang pengecer, distributor dan mitra.

Diharapkan penjualan tersebut bisa memberikan stok beras medium dipasar-pasar.

"Untuk pantuan harga karena ini masih januari dan menjelang panen raya pada 2023 nanti kemungkinan jumlah beras akan terbatas dan dampaknya harga akan mengalami sedikit kenaikan. Kalau di Pontianak meskipun ada kenaikan sedikit, akan tetapi masih belum sampai pada tingkat yang meresahkan," ujarnya, saat meninjau pasar murah di depan kantor Ferum Bulog Kalbar, Jalan Sultan Abdurrahman, Pontianak Kalimantan Barat, Rabu 18 Januari 2023.

"Untuk program tersebut dalam waktu dekat kami telah mempersiapkan 5 ribu ton hingga Maret 2023. Tujuannya agar masyarakat Kalbar bisa mendapatkan beras sesuai aturan pemerintah. Sehingga masyarakat bisa memperoleh beras medium dengan harga wajar," imbuhnya.

Baca juga: Stok Beras Capai 13.000 Ton Hingga Februari 2023, Bulog Kalbar Lakukan Antisipasi Kenaikan Harga

Dia juga menerangkan, bahwa hal tersebut juga telah diatur dalam ketetapan Permendag mengenai harga eceran tertinggi beras medium.

Selain itu program tersebut juga untuk menghindari spekulan.

"Karena kita melakukan penjualan secara ritel ke seluruh pedagang pengecer akan tetapi penjualan tidak dalam jumlah banyak. Untuk beberapa waktu ini kami membatasi penjualan agar semua pelaku usaha bisa mendapatkan stok beras yang cukup," terangnya.

Untuk SPHP lanjut dia, menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dibeli dengan harga sesuai ketetapan inpres yang seluruhnya menggunakan beras dalam negeri.

Pihaknya juga melakukan pasar murah dengan harga penjualan terjangkau, seperti komoditi yang dibutuhkan masyarakat, baik beras, tepung, minyak dan lainnya.

"Kita terus melakukan koordinasi dengan Disperindag Kota maupun Provinsi, kami juga melakukan pemantaun ke pasar-pasar untuk memastikan beras SPHP bisa dijual dengan harga sesuai ketetapan pemerintah," tukasnya. (*)

Bulog Putussibau Pastikan 4 Bulan ke depan Stok Beras di Kapuas Hulu Aman

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved