Stok Beras Capai 13.000 Ton Hingga Februari 2023, Bulog Kalbar Lakukan Antisipasi Kenaikan Harga
Ia juga menjelaskan penyalurannya disalurkan melalui KPSH, di antaranya pedagang pengecer, outlet binaan, RPK, distributor atau mitra.
Penulis: Ferlianus Tedi Yahya | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Jelang Hari Natal dan Tahun Baru, stok beras medium Bulog saat ini masih aman dan mencapai hingga 13.000 Ton.
Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kalbar, Bambang Prihatmoko mengatakan saat ini ketersediaan stok beras sebanyak 13.000 Ton hingga Februari tahun 2023.
"Untuk antisipasi kenaikan harga, Bulog saat ini menyalurkan beras premium melalui program ketersediaan pasokan dan stabilisasi harga beras medium," katanya kepada Tribun Pontianak pada Jumat, 16 Desember 2022.
Ia juga menjelaskan penyalurannya disalurkan melalui KPSH, di antaranya pedagang pengecer, outlet binaan, RPK, distributor atau mitra.
Saat ini harga beras medium mengalami kenaikan harga sejak Oktober - November 2022 sekitar 12 persen dari Harga Eceran Tertinggi ( HET ) yang sebelumnya Rp 9.950 ribu per-kg.
• Bencana Banjir, Bulog Pastikan Stok Beras Kalbar Dalam Kondisi Aman
Dengan adanya kenaikan harga tersebut Bambang menjelaskan pihaknya saat ini sudah berkoordinasi dengan Disperindag.
"Karena ini seluruh komoditi, terutama beras medium juga mengalami sedikit kenaikan,” jelasnya.
Di sisi lain, ia juga menjelaskan, dalam hitungan persentase, Bulog Kalbar masuk kedalam nominasi pertama se-Indonesia dari target penyaluran.
"Dalam hitungan persentase, Bulog Kalbar masuk dalam nominasi nomor satu se-Indonesia dari target penyaluran. Persentasenya mencapai 120 persen dari target," jelasnya.
Kendati demikian, dijelaskan Bambang, Bulog Kalbar terus menjaga kestabilitasan terutama pada harga beras, karena menurutnya, beras berperan besar dalam inflasi. (*)
• Tekan Inflasi Pada Natal dan Tahun Baru, Pemkot Pontianak Akan Salurkan Bantuan ke Masyarakat
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News