Lewat Program Bedah Rumah Sasar RTLH, Pemkot Pontiuanak Berhasil Atasi Kekumuhan

Program ini dinilai telah berhasil menurunkan angka RTLH. Menurut penuturan Wali Kota Pontianak Edi Kamtono, disebutkan dalam kurun waktu 10 tahun ter

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TribunPontianak.co.id/Muhammad Rokib
Wali Kota Pontianak Edi Kamtono berbincang dengan warga pemilik rumah yang mendapat bantuan bedah rumah dari PMI Kota Pontianak, Rabu 11 Januari 2023. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Melalui program bedah rumah yang menyasar kepada Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) menjadi komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak dalam mengatasi kawasan kumuh.

Program ini dinilai telah berhasil menurunkan angka RTLH. Menurut penuturan Wali Kota Pontianak Edi Kamtono, disebutkan dalam kurun waktu 10 tahun terakhir diperkirakan terdapat 13 ribu RTLH di Kota Pontianak. Namun jika dibandingkan dengan tahun ini, angka itu sudah merosot turun menjadi kurang lebih 700 rumah. 

“Sekarang rumah yang dalam kondisi rusak parah sudah tak ada lagi, karena sudah diintervensi Pemerintah Kota Pontianak lewat program bedah rumah,” kata Wako Edi usai serah terima kunci rumah kepada warga Gang Angket Kelurahan Tanjung Hilir Kecamatan Pontianak Timur dalam Program Bedah Rumah Donatur Kite Pontianak Bersama PMI Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu 11 Januari 2023.

Lebih lanjut Wako Edi menerangkan, bahwa beberapa rumah yang tidak layak huni tersebut direncanakan akan diperbaiki.  Namun pada prosesnya kepemilikan tanah pada rumah tersebut harus jelas. Sementara  masih menemukan kendala yaitu kepemilikan tanah yang belum jelas. 

"Tetapi selain warga yang dapat bantuan secara langsung, kita juga berupaya untuk menghimpun urunan masyarakat dan secara bertahap kualitas bangunan kita intervensi untuk mengatasi masalah kekumuhan,” terangnya.

Korban Kebakaran di Pontianak Terima Bantuan dari Pemkot

DPRD Kota Pontianak Dukung Kemeriahan Imlek dan Cap Go Meh 2023

Jiwa kesetiakawanan itu juga dirasakan pihak lain seperti komunitas dan organisasi, salah satunya PMI Kota Pontianak, yang aktif memberikan bantuan bagi warga yang rumahnya tidak layak, namun belum mampu memperbaikinya dikarenakan biaya yang besar.

Edi mengajak setiap relawan saling bahu-membahu membangun serta memperbaiki rumah-rumah yang masuk sebagai kategori tidak layak huni tersebut.

“Kebersamaan itu sudah tinggi, tinggal yang mengkoordinir saja yang menggerakkan,” ungkapnya.

Beberapa titik wilayah yang terus dalam pantauan Pemkot Pontianak adalah Kecamatan Pontianak Timur, Utara dan Barat, khususnya yang berlokasi di pinggiran sungai.

Mengatasi persoalan tersebut, beberapa langkah sudah disiapkan selain bantuan bedah rumah. Salah satunya program pembangunan rumah susun yang ada di Gang Semut, Kelurahan Tanjung Hulu Kecamatan Pontianak Timur.

“Cuman ada kendala dari pemerintah pusat, untuk tahun ini tersedia tipe dua lantai dan 16 unit. Sementara kita maunya empat sampai lima lantai dan diperlukan 82 unit. Di sana tanahnya sudah milik Pemkot,” tukasnya. 

Satu diantara penerima bantuan bedah rumah Donatur Kite Pontianak Bersama PMI Kota Pontianak, Bu Ida bersyukur lantaran bisa mendapat bantuan tersebut.

"Sangat bersyukur dan berterima kasih karena sudah dibantu. Ini sangat membantu bagi kami selaku warga kurang mampu," ucapnya.

Ia berharap agar bantuan tersebut terus berkelanjutan, lantaran masih banyak warga yang membutuhkan.

"Tentunya enggak hanya saya, tapi banyak warga lain yang kurang mampu butuh bantuan seperti ini. Dari itulah kita berharap agar program ini berkelanjutan.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved