Nasib PPKM Dicabut atau Lanjut Resmi Diumumkan Oleh Jokowi
Nasib kebijakan PPKM di Indonesia apakah tetap dilanjutkan atau berhenti akan diumumkan langsung oleh Presiden Joko Widodo.
"Dengan kondisi yang semakin terkendali, di mana kasus Covid-19 yang tetap diiringi dengan meningkatnya sosial ekonomi masyarakat, pemerintah akan menyesuaikan kebijakan penanganan Covid-19," kata dia.
Wiku menambahkan, PPKM sebenarnya sangat berpengaruh untuk menjaga pengendalian kasus Covid-19 supaya tetap terkendali.
• Jokowi Umumkan Cabut Kebijakan PPKM di Penutupan Tahun 2022
Apabila PPKM dihentikan dan status pandemi turun menjadi endemi, kata Wiku, pemerintah akan melakukan penyesuaian.
Penyesuaian yang dimaksud adalah mementingkan protokol kesehatan (prokes), vaksinasi, surveillance, dan komunikasi publik kepada masyarakat.
Langkah-langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan sekaligus menjaga herd immunity tetap tinggi.
"Itu menjadi hal utama yang harus diutamakan oleh seluruh lembaga dan masyarakat," sambung Wiku.
Berkaitan dengan kemungkinan penurunan status dari pandemi dan endemi di Indonesia, Wiku juga menyampaikan, perubahan ini membutuhkan kedisiplinan masyarakat.
Mereka diminta untuk menjaga kesehatan secara lebih mandiri supaya transisi dari pandemi ke endemi berjalan lebih baik.
Wiku menambahkan bahwa kepatuhan masyarakat juga menentukan apakah Covid-19 tetap terkendali di Indonesia.
"Meskipun saat ini Indonesia sudah mulai masuk ke dalam situasi endemi, namun kewaspadaan masyarakat secara global di masa ini harus tetap tinggi," jelas Wiku.
"Karena WHO masih belum mencabut status pandemi.
Pemerintah tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam pengambilan keputusan ke depannya," pungkasnya.
Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News