Pengamat Tata Kota Pontianak Puji Capaian Midji-Norsan di Bidang Pembangunan Sektor Prioritas

Bagaimana pembangunan di era Midji - Norsan dengan APBD Rp 6,3 triliun dibandingkan Kaltim dengan APBD-nya yang mencapai belasan triliun. Padahal wila

TRIBUNPONTIANAK/MASKARTINI
Pengamat Tata Kota Universitas Tanjungpura Pontianak, Prof Dr Henny Herawati ST MT. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji berbicara pembangunan infrastruktur yang telah dilakukan oleh Pemprov Kalbar sepanjang perjalanan kepemimpinannya dan membahas strategi dan harapan tahun 2023.

Bagaimana pembangunan di era Midji - Norsan dengan APBD Rp 6,3 triliun dibandingkan Kaltim dengan APBD-nya yang mencapai belasan triliun. Padahal wilayah Kalbar lebih luas. 

Berikut tanggapan Pengamat Tata Kota Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Prof Dr Henny Herawati ST, MT terkait pembangunan Midji - Norsan dibidang dunia kesehatan, pendidikan, reformasi, birokrasi hingga infrastruktur:

"Perkembangan dunia kesehatan, pendidikan, reformasi, birokrasi hingga infrastruktur sejauh ini sudah cukup baik.

Secara umum yang bisa saya sampaikan di sini adalah setiap pemimpin itu pasti ada kelebihan juga ada kekurangannya. Itu pasti karena manusia itu tidak ada yang sempurna, tetapi pada prinsipnya pasti ada kelebihannya dan kekurangannya.

Kalbar Populer Hari Ini, Sutarmidji Maksimalkan Pembangunan Sektor-sektor Prioritas di 2023

Dalam aspek kepemimpinan, seorang pemimpin itu kalau menurut saya adalah seorang figur yang mempunyai visi ke depan, pemikiran-pemikiran yang strategis untuk mencapai visi tersebut.

Untuk aspek perkembangan dunia kesehatan dan lain-lain, secara keseluruhan kita lihat lah Pontianak seperti sekarang ini tentu sudah lebih jauh lah berbeda dari beberapa dekade sebelumnya.

Saya rasa, setiap zaman itu mempunyai perkembangan masing-masing. Dalam hal infrastruktur yang sekarang kita bisa lihat sendiri, Alhamdulillah ya Pontianak sudah maju pesat dengan tempat-tempat dengan tempat dan sarana pendukung serta fasilitas-fasilitas terbuka.

Kemudian sarana kesehatan gencar dibangun juga sekarang termasuk sarana pendidikan.

Nah, untuk birokrasi kita juga melihat banyak perubahan-perubahan atau reformasi kita bisa lihatlah kondisi yang sekarang.

Pemimpin harus bisa menentukan prioritas kepemimpinan. Artinya tentu dengan segala macam keterbatasan tidak bisa mungkin semua dapat terlayani dengan baik.

Tetapi tentu seorang pemimpin yang baik akan bisa menemukan mana yang prioritas untuk dikembangkan, mana yang boleh nomor dua.

Saya melihat Sutarmidji dan Ria Norsan tentu mempunyai kemampuan untuk itu. Kita lihat dari infrastruktur yang sudah dibangun sudah maju pesat dalam 5 tahun ini. 

Untuk peningkatan SDM juga sudah baik ya. Artinya, kita bisa melihat dalam hal apa peningkatan kualitas birokrasi juga sudah lebih baiklah dengan adanya reformasi birokrasi perizinan.

Kemudian bahkan sampai kita mendengar sendiri bahwa beberapa penghargaan nasional juga sudah dilihat termasuk dalam hal ini pendapatan daerah yang kita dengar juga sudah meningkat. 

PAD Kalbar Tahun 2022 Meningkat, Gubernur Sutarmidji: Bisa Laksanakan Pembangunan Segala Bidang

Tidak lupa dalam hal pengentasan kemiskinan, kalau kita lihat semua upaya sudah dilakukannya. Sekarang dunia kesehatan sudah lebih baik meskipun masih ada beberapa aspek terkendala. 

Tapi saya rasa, kita juga harus mengapresiasi kemajuan atau perkembangan yang sudah tercapai sekarang, demikian juga dengan dunia pendidikan meskipun kemarin sebelum pandemi kita mengalami masa-masa sulit.

Kita mengapresiasi, saya sendiri menganggap bahwa semua aspek itu harus diapresiasi meskipun ada kekurangan dalam pencapaiannya. 

Tetapi saya rasa, Pak Sutarmidji sudah melakukan segala macam reformasi dengan baik, mulai dari peningkatan kualitas SDM, peningkatan kualitas birokrasi, pelayanan kepada masyarakat dan juga pendapatan daerah sangat diperhatikan. 

Dalam hal pengentasan kemiskinan kalau kita lihat, bagaimana beliau sangat fokus terhadap kawasan-kawasan kumuh. Pemimpin kan enggak mungkin semua semua tercover ya.

Meskipun kemarin kita didera oleh Covid-19, tetapi tidak kendor dan terus bergerak dengan berbagai keterbatasan pendanaan.

Kemarin karena kita dihadapi atau berada pada masa Covid-19, mungkin banyak juga dana yang tersedot ke sana. Tetapi pembangunan tetap dilakukan, meskipun anggaran Pemprov Kalbar katanya mengalami pemotongan sebesar kurang lebih Rp 600 miliar.

Masalah semua bidang itu dikerjakan secara maksimal, tentu pemimpin yang baik itu harus bisa menentukan prioritas dengan berbagai pertimbangan-pertimbangan. Saya yakin bahwa apa yang sudah dilakukan sekarang, menurut saya pasti sudah dipertimbangkan mana yang prioritas mana yang tidak.

Harapan kita ke depan bapak Gubernur dan Wagub dapat memperkecil dampak negatif dan memperbesar dampak positif,"

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved