Wali Kota Pontianak Sebut Program Bedah Rumah Bantu Pengentasan Kemiskinan

Edi Kamtono menyebut dari data terakhir pada tahun 2022 tersisa sekitar 800 unit rumah tidak layak huni. Kemudian pada tahun 2022 ini juga terdapat se

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Istimewa
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menyerahkan secara simbolis bantuan bedah rumah tidak layak huni dari Baznas Kalbar kepada Kusnani, warga Tambelan Sampit, Selasa 20 Desember 2022. 

TRIBUN PONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Wali Kota Pontianak Edi Kamtono menyampaikan bahwa masih terdapat Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) di Kota Pontianak yang perlu mendapat perhatian.

Edi Kamtono menyebut dari data terakhir pada tahun 2022 tersisa sekitar 800 unit rumah tidak layak huni. Kemudian pada tahun 2022 ini juga terdapat sekitar 400 unit rumah yang telah dibedah oleh Pemkot Pontianak

"Program bedah RTLH, Pemerintah Kota Pontianak memang sudah sejak lama menggulirkan program ini, dari tahun 2012 terdapat sekitar 12 ribu RTLH. Kemudian kita berikan bantuan bedah rumah hingga saat ini tersisa 800 unit dan tahun 2022 ini ada sekitar 400 rumah yang dibedah, serta bedah WC ada 80 buah," kata Edi usai penyerahan bantuan bedah rumah di halaman Surau Husnul Khatimah Kelurahan Tambelan Sampit Kecamatan Pontianak Timur, Selasa 20 Desember 2022.

Kondisi itupun, lanjut Walkot Edi, terus mendapat intervensi dan perhatian dari Pemkot Pontianak melalui program-program yang bergulir.

10 Rumah Tak Layak Huni di Pontianak Dapat Bantuan Bedah Rumah dari Baznas Kalbar

Warga Merasa Terbantu dengan Bantuan Bedah Rumah dari Baznas Kalbar

Tidak lupa, Walkot Edi juga mengapresiasi dan berterima kasih kepada Baznas Provinsi Kalbar yang telah berpartisipasi ikut peduli dan memperhatikan warga Kota Pontianak terutama warga yang tidak mampu. 

"Bantuan bedah rumah dan bantuan lainnya yang diberikan Baznas Kalbar merupakan bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan di Kota Pontianak. Maka atas nama Pemerintah Kota Pontianak, saya mengucapkan terima kasih karena Baznas Kalbar ikut membantu program kita terutama dalam mengurangi angka kemiskinan," ucapnya.

"Selain infrastruktur jalan dan saluran serta air bersih, program bedah rumah dan bedah WC juga dilakukan sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup masyarakat," sebutnya.

Edi mengatakan program-program tersebut sebagai bagian dari upaya mengentaskan kemiskinan di Kota Pontianak. Pemkot Pontianak berupaya memberikan pelayanan yang maksimal lewat pendidikan gratis dan pelayanan kesehatan gratis. 

"Anak-anak kita jangan ada sampai yang tidak sekolah. Kemudian bagi warga hendaknya rutin memeriksakan kesehatannya di fasilitas kesehatan yang ada seperti puskesmas atau posyandu supaya kualitas hidup masyarakat lebih baik dan produktif," tuturnya.

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved