Gubernur Sutarmidji Pastikan Tak Ada Titip Anggaran untuk Anak dan Istri

"Tidak ada anak, istri, menantu saya yang berurusan dengan proyek. Cari aja ada gak saya punya perusahaan. Perusahaan mana-mana nggak ada," tegasnya.

Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Nasaruddin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji menegaskan, tidak ada satupun anggaran yang ia titipkan khusus untuk kepentingan politiknya atau bahkan kepentingan pribadi dan keluarganya.

"Tidak ada satupun anggaran di dinas itu yang saya titipkan untuk kepentingan politik saya atau kepentingan saya, anak istri saya, nggak," katanya usai peringatan hari anti korupsi sedunia 2022 di Hotel Golden Tulip Pontianak, Rabu 14 Desember 2022.

"Tidak ada anak, istri, menantu saya yang berurusan dengan proyek. Cari aja ada gak saya punya perusahaan. Perusahaan mana-mana nggak ada," tegasnya.

Sutarmidji: Kalau Ada yang Duduki Jabatan dari Beri Duit ke Saya, Berhenti Saya Jadi Gubernur Kalbar

Untuk proyek pembangunan infrastruktur kepentingan publik, ia juga memastikan harus dikerjakan oleh perusahaan yang bonafit.

"Saya pastikan satu hal yang mengerjakan untuk proyek kepentingan publik itu harus perusahaan yang bonafit, kan wajar kan, karena ini masalahnya gedung publik, kalau dikerjakan sembarangan, kan repot kita," ucapnya.

Sutarmidji lantas mengingatkan kepada jajarannya untuk tidak memanfaatkan jabatannya untuk melakukan penyimpangan-penyimpangan.

"Kalau sudah seperti ini, apalagi alasan Dinas masih melakukan penyimpangan, kecuali memang karakternya sudah seperti itu, Integritasnya sudah tidak bisa lagi diperbaiki mau bilang apa, tapi saya pastikan tidak terjadi," ujarnya.

Ia bahkan tidak segan mencopot para pejabat apabila ada temuan dalam audit BPK, dan termasuk pejabat yang terlambat dan lalai menyampaikan LHKPN-nya.

PJ Wali Kota Singkawang, Sutarmidji: Siapapun Terserah Itu Kewenangan Depdagri, Saya Hanya Melantik

"Sehingga saya suruh buat, pokoknya kalau audit BPK ada temuan material, saya minta pejabat yang bersangkutan harus bersedia mengundurkan diri. Saya serius dan tidak main-main soal ini, tanggung jawab moril harus ada."

"Kemudian, kalau sampai ada yang terlambat apalagi tidak menyampaikan LHKPN, itu juga akan langsung saya copot."

"Walaupun aturan-aturan BAKN itu ketat atau susah tapi akan tetap saya lakukan, sampaikan saja apa adanya, saya minta semuanya harus menghormati itu," ujarnya.

Kedepan, ia mengatakan akan mensosialisasikan pencegahan korupsi kepada generasi-generasi muda.

Dikatakannya, Ia mengkhawatirkan generasi-generasi selanjutnya tidak mampu mandiri meskipun Kalbar memiliki sumber daya alam (SDA) yang melimpah.

Gubernur Sutarmidji: Butuh Rp 7 Triliun dan 15 Tahun Selesaikan Seluruh Jalan di Kalbar Jadi Mantap

"Tahun depan peringatan anti korupsi ini kita akan sosialisasikan ke generasi-generasi muda. Saya sebagai Gubernur, yang saya khawatirkan itu SDA Kalbar ini habis masyarakatnya belum cerdas dan mandiri."

"Biarlah sumber daya alamnya tidak ada, tetapi kita punya sumber daya manusia (SDM) yang luar biasa, karena hanya SDM yang luar biasa yang bisa menguasai SDA dan bisa menciptakan SDA kita kebutuhan sebagai pengganti," pungkasnya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved