Gubernur Sutarmidji: Butuh Rp 7 Triliun dan 15 Tahun Selesaikan Seluruh Jalan di Kalbar Jadi Mantap
"Sedangkan kemampuan kita membelanjakan APBD untuk infrastruktur jalan itu sekarang baru antara Rp 4 ratus sampai 6 ratus Miliar."
Penulis: Muhammad Firdaus | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Sutarmidji menanggapi sejumlah ruas jalan di Kalbar yang dikabarkan mengalami kerusakan cukup parah.
Ia mengatakan, butuh anggaran sebesar Rp 7 Triliun untuk membenahi seluruh jalan yang ada di Kalbar ini.
Hal itu Ia katakan kepada wartawan pasca menghadiri peringatan hari anti korupsi sedunia 2022, yang digelar oleh Inspektorat Provinsi Kalbar. Hotel Golden Tulip Pontianak, Rabu 14 Desember 2022.
"Memang kalau jalan disana sini ya, karena kita membutukan anggaran Rp 7 triliun baru bisa menyelesaikan seluruh jalan yang ada di Kalbar," ucap Sutarmidji.
"Sedangkan kemampuan kita membelanjakan APBD untuk infrastruktur jalan itu sekarang baru antara Rp 4 ratus sampai 6 ratus Miliar."
• Sutarmidji: Kalau Ada yang Duduki Jabatan dari Beri Duit ke Saya, Berhenti Saya Jadi Gubernur Kalbar
"Bayangkan, perlu sekitar 10 sampai 15 tahun baru bisa menyelesaikan infrastruktur," ujarnya.
Menurutnya, selama masa jabatannya di periode perdana ini hampir semua sektor sudah dilakukan pembenahan, dan hanya jalan yang belum maksimal.
"Saya rasa tinggal jalan aja kalau yang lainnya sudah, kesehatan sudah, pendidikan sudah, terus berjalan dan pembenahan infrastruktur juga sudah, sehingga itu tadi hanya jalan aja," ucapnya.
Ia pun menargetkan, di akhir masa jabatannya nanti pembangunan jalan sudah menyentuh angka 82 persen dalam kondisi yang mantap.
• Rutan Pontianak Jalin Kerja Sama P4GN Dengan BNN Pontianak
"Saya ketika menjabat itu, jalan dalam kondisi mantap hanya 49 persen. Nah, diakhir masa jabatan saya targetkan 80 sampai 82 persen, mudah-mudahan sampai 82 persen."
"Sehingga Gubernur selanjutnya dapat menyelesaikan itu. Karena kita harus berlari dengan waktu membenahi itu. Belum lagi pemerliharaan dan sebagainya."
"Jadi tujuan Rp 7 triliun itu hanya untuk membuat jalan yang tanah itu menjadi aspal, belum lagi pembenahan, itu masalah-masalah kita," ujar Gubernur Sutarmidji. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News