Satpol PP dan Tim Gabungan Tertibkan Lapak Jualan PKL di Jalan Teratai Pasar Mempawah

Salam penertiban tersebut, Pol-PP tidak sendirian, jug turut melibatkan unsur gabungan TNI-Polri agar proses penertiban berjalan dengan baik, lancar,

Penulis: Ramadhan | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Tribunpontianak/Ramadhan
Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol-PP) Kabupaten Mempawah melakukan penertiban lapak jualan pedagang kaki lima di Jalan Teratai, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa 6 Desember 2022 pagi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Mempawah melakukan penertiban lapak jualan pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Teratai, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa 6 Desember 2022 pagi.

Salam penertiban tersebut, Satpol PP tidak sendirian, jug turut melibatkan unsur gabungan TNI Polri agar proses penertiban berjalan dengan baik, lancar, dan aman.

Sebagai informasi, penertiban yang dilakukan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum.

Di mana pada Perda tersebut, sanksi yang dapat diberikan berupa "Pidana Kurungan 3 (tiga) bulan atau denda maksimal Rp 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah).

Proses penertiban lapak jualan pedagang kaki lima tersebut berlangsung tanpa perlawanan, mengingat sebelumnya sudah dilakukan sosialisasi dan pemasangan plang "Dilarang Meninggalkan Lapak Jualan di Sepanjang Jalan Teratai".

Anggota DPRD Mempawah Harap Pemda Bahas Regulasi Terkait BBM Subsidi Bagi Petani

Pantaun Tribun Pontianak, Anggota Satpol PP bersama tim gabungan bersama-sama melakukan pembongkaran tenda lapak jualan, dan mengangkutnya menggunakan mobil Dalmas Pol-PP.

Namun, untuk gerobak yang bisa di dorong, pemilik gerobaknya diberikan kelonggaran untuk memindahkannya sendiri agar tidak diangkut ke kantor Satpol PP.

Proses penertiban dan pembongkaran lapak jualan pun berjalan dengan situasi yang kondusif.

Di lokasi penertiban, Kasat Pol PP Kabupaten Mempawah, Kuntum Indah Pertiwi Ningsih, kepada awak media menyampaikan sebelum dilakukan eksekusi penertiban, para pemilik lapak jualan sudah diberikan pemberitahuan tidak diperbolehkan berjualan dengan membuat lapak permanen di sepanjang jalan Teratai tersebut.

"Sebelumnya sudah kita berikan pemberitahuan pertama, kedua dan ketiga. Bahkan sudah pernah kita rapatkan bersama tim teknis terkait larangan dari mendirikan bangunan atupun tenda di atas jalan. Karena ini jelas melanggar dari Perda Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum," jelas Kuntum kepada awak media.

Kuntum menjelaskan, di sepanjang Jalan Teratai tersebut, ada tiga pedangan yang mendirikan tenda ataupun lapak jualan yang pada hari ini juga dilakukan penertiban.

"Selain disini (Jalan Teratai) rencana kedepan pasti ada titik yang akan kita lakukan penertiban lagi, tetapi tetap kita prioritaskan dengan beberapa pertimbangan. Yang jelas kita akan tetap melakukan koordinasi dengan instansi teknis terkait yang berhubungan dengan penertiban ini," jelas Kuntum.

Utusan Kerajaan Gowa Kunjungi Mempawah, Napak Tilas ke Makam Daeng Fatimah di Pulau Temajo

Kuntum menjelaskan, tujuan dilakukannya penertiban tersebut terutama agar masyarakat tau bahwa ada peraturan yang mengatur tentang Ketertiban Umum.

"Ini juga demi ketertiban, keindahan, kenyamanan Kota kita. Apalagi ini pusat kota yakni di kawasan Pasar Mempawah, untuk itu kita bersama-sama memiliki kewajiban untuk menjaganya agar selalu bersih dan indah di pandang," ucapnya.

"Kemudian tujuan selanjutnya terkait Perda Nomor 3 Tahun 2018. Bahwa di Perda tersebut ada aturan-aturan yang mengatur lokasi-lokasi yang diperbolehkan ataupun tidak terkait semua aktivitas masyarakat. Kalau menggangu ketertiban umum otomatis akan dilakukan penertiban sesuai prosedur yang ada," jelas Kuntum.

Kuntum juga menjelaskan, pihaknya tidak melarang para pedagang untuk berjualan, dengan catatan tidak membuat tempat permanen di lokasi-lokasi yang memang di larang.

"Kita tidak melarang pedagang berjualan. Mau berjualan dimana saja boleh asalkan dengan mobile (bergerak), jadi tidak mangkal yang sampai mendirikan tempat permanen. Jadi setelah berjualan dikemas, dibersihkan, dan tidak ada yang sampai meninggalkan tempat jualannya di tempat yang sudah di larang tersebut," tutupnya.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved