3 PKL di Jalan Teratai Pasar Mempawah Pasrah Lapak Jualannya Ditertibkan

Tiga pedagang tersebut yakni, Tuyah (penjual gado-gado), Halijah (penjual nasi), serta Darwis (penjual makanan ringan).

Penulis: Ramadhan | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Tribunpontianak/Ramadhan
Satpol PP Kabupaten Mempawah melakukan penertiban lapak jualan pedagang kaki lima di Jalan Teratai, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, Selasa 6 Desember 2022 pagi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Tiga orang pedangan kaki lima (PKL) di Jalan Teratai, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat, pasrah usai lapak jualannya ditertibkan oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Tim Gabungan TNI Polri, Selasa 6 Desember 2022.

Tiga pedagang tersebut yakni, Tuyah (penjual gado-gado), Halijah (penjual nasi), serta Darwis (penjual makanan ringan).

Ketiganya pasrah, lantaran merasa sudah lama berjualan di lokasi Jalan Teratai, Kecamatan Mempawah Hilir tersebut.

Jadi, saat dilakukan penertiban oleh Satpol PP Mempawah yang dibantu oleh TNI Polri, mereka bertiga yang masih berjualan di lokasi yang sudah di pasang plang larangan tersebut pun ikut terjaring.

Saat di lokasi penertiban, Tuyah, warga Desa Pasir, Kecamatan Mempawah Hilir, mengaku dirinya sudah pasrah saat ditertibkan.

Satpol PP dan Tim Gabungan Tertibkan Lapak Jualan PKL di Jalan Teratai Pasar Mempawah

Ia berharap, setelah operasi ini ada tempat lain yang bisa digunakannya untuk berdagang.

“Mata pencaharian saya memang berdagang gado-gado. Sudah puluhan tahun saya berjualan di Jalan Teratai ini. Sekarang saya bingung mau jualan dimana lagi,” ucapnya sembari berbicara singkat kepada awak media.

Hal senada juga diungkapkan Halijah, warga Desa Antibar, Kecamatan Mempawah Timur, yang kedapatan berjualan dan memiliki lapak jualan di kawasan Jalan Teratai tersebut.

“Saya juga sudah puluhan tahun berdagang di Jalan Teratai ini. Kondisi fisik saya tak mampu lagi mendorong gerobak, makanya terpaksa membangun lapak,” ceritanya sembari mengemaskan barang-barangnya.

Anggota DPRD Mempawah Harap Pemda Bahas Regulasi Terkait BBM Subsidi Bagi Petani

Sementara Darwis, pedagang lainnya, mengaku bisa menerima operasi penertiban tersebut.

Hanya saja dirinya berharap penertiban yang dilakukan harus adil tidak tebang pilih.

“Hanya saja saya berharap operasi penertiban ini harus adil. Jangan di tempat ini saja, lokasi lainnya juga harus ditertibkan,” tegasnya.

Diketahui, penertiban yang dilakukan Satpol PP bersama Tim Gabungan sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 3 Tahun 2018 Tentang Ketertiban Umum.

Di mana pada Perda tersebut, sanksi yang dapat diberikan berupa "Pidana Kurungan 3 (tiga) bulan atau denda maksimal Rp 50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah).

Sebelum dilakukan penertiban, Pihak Satpol PP sudah memberikan pemberitahuan dan memasang plang yang bertuliskan "Dilarang Meninggalkan Lapak Jualan di Sepanjang Jalan Teratai".

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved