Lestarikan Adat Budaya, Melati Burlian Pilih Motif Ular Berkepala Dua Hingga Corak Insang

"Hal inilah yang membuat imajinasi saya bermain untuk menciptakan karya-karya dalam balutan busana indah,sopan dan nyaman," ujarnya.

Penulis: Maskartini | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa/Melati
Melati Fajarwati, pemilik brand Melati Burlian (tengah) usai Parade bersama 80 desainer di Indonesia di Tanggerang November 2022. (IST Melati) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mengangkat motif yang menceritakan hutan Kalimantan di tepian Sungai Kapuas dengan gabungan dua unsur antara alam dan adat budaya Kalbar bukan tanpa alasan.

Melati Fajarwati yang kini terjun di dunia fashion dengan brand Melati Burlian melihat betapa motif klasik dan unik sangat diminati dan tidak terendus zaman.

Awalnya Melati yang memiliki body semampai memang penyuka fashion dengan style-nya yang selalu good lucking. Ia pun melihat peluang fashion muslimah khususnya hijab berkembang pesat.

"Nah, dari situlah saya berinisiatif untuk menjual pakaian muslimah, sebagian besar pembeli saya adalah sahabat dan kerabat. Itu lah mengapa butik saya namai Sahabat Muslimah," ujarnya Rabu, 30 November 2022.

Unik! Tim Dosen PKM IKIP PGRI Pontianak Berikan Penguatan Literasi Budaya lewat Pantun

Apresiasi Temu Akbar TBBR, Adrianus Sebut Bangsa Indonesia Besar Karena Adat Istiadat Budaya

Beragam produk pun kini ia desain untuk memenuhi permintaan customer. Motif yang dipilih Melati salah satunya sowong dowong atau ular berkepala dua.

"Sowong dowong dimaksudkan adalah fauna hutan dalam hutan Kalimantan, dikombinasi dengan bunga mayang murai dari flora hutan Kalimantan serta tidak ketinggalan pula motif kebanggaan melayu Pontianak "
yaitu corak ingsang," ujar Melati.

Corak Insang sendiri kata Melati, memiliki makna yaitu alat kehidupan untuk bernafas pada ikan. Dimana corak menggambarkan bagian kehidupan nelayan, sebagai bentuk kecintaan terhadap alam dan lingkungan Kalbar.

"Kalbar adalah paru-paru dunia kebanggaan masyarakat. Salah satunya keindahannya adalah hutan yang indah serta memiliki flora dan fauna yang begitu unik. Hal itu membuat saya terinspirasi untuk menuangkan keindahannya pada busana yang etnik dan modern," ujarnya.

Selain hutan yang indah diakui Melati, masyarakat Kalbar khususnya Pontianak dimanjakan dengan pandangan sungai yang begitu indah serta diakui sebagai sungai terpanjang di Indonesia.

"Hal inilah yang membuat imajinasi saya bermain untuk menciptakan karya-karya dalam balutan busana indah,sopan dan nyaman," ujarnya.

Baru-baru ini, Melati memberanikan diri membawa nama Kalbar mengikuti fashion show nasional berstandar global di Jakarta dalam acara Tanggerang Fashion Parade 2022 di Mall Teras Kota bersama 80 desainer seluruh Indonesia.

"Kami memperkenalkan motif Kalbar secara modern. Motif-motif yang kami gunakan sangat unik dan memiliki arti khusus didalamnya yang merupakan adat budaya yang harus dilestarikan, dapat membuat desain costum," ujarnya.

Harga yang ditawarkan bervariasi mulai Rp 85 ribu hingga Rp 1 juta.

"Kamu memberdayakan penjahit lokal agar menggerakkan perekonomian Kalbar, kain yang kami gunakan premium untuk menjaga kenyamanan customer, desain original dari Melati Burlian tidak ada ditempat lain," ujarnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved