Disdikbud Sambas Bersama Istana Kesultanan Alwatzikoebillah Gelar Dzikir Maulid Nabi SAW 1444 H

Dzikir maulud ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, di Halaman Istana Alwatzikoebillah Sambas.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Faiz Iqbal Maulid
Istimewa
Pangeran Ratu Muhammad Tarhan pewaris tahta Kesultanan Sambas beserta sejumlah kerabat istana dan tamu undangan dalam Pergelaran Dzikir Maulud bertajuk Dengan Budaye Kite Bepakkat Membangun Sambas, Minggu 27 November 2022 kemarin. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sambas berkerjasama dengan Kesultanan Alwatzikoebillah Sambas menggelar Pagelaran Dzikir Maulud bertajuk Dengan Budaye Kite Bepakkat Membangun Sambas, Minggu 27 November 2022 kemarin.

Dzikir maulud ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, di Halaman Istana Alwatzikoebillah Sambas.

Ketua Panitia Pelaksana, Uray Riza Fahmi mengungkapkan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan di istana Alwatzikoebillah merupakan bagian dari dukungan pemerintah daerah untuk memajukan kembali kebudayaan daerah dengan mengelar kegiatan-kegiatan di istana Alwatzikoebillah.

"Dengan kegiatan Maulud Nabi 1444 H atau tahun 2022, merupakan rangkaian kegiatan terakhir di tahun 2022. Untuk itu kami ucapkan terimakasih kepada Pemda Sambas khususnya Bupati Sambas yang telah memberikan kepercayaan untuk menggerakkan istana Alwatzikoebillah sebagai salah satu pelestari budaya sebagai payung di negeri Sambas ini," ungkap Uray Riza.

Berdirinya Pintu Gerbang Baru Mahligai Pesisir di Perbatasan Singkawang Sambas

Keterlibatan Mahasiswa Sambas Dalam Peningkatan IPM di Kalimantan Barat

Pagelaran dzikir maulud merupakan kegiatan terakhir yang digelar di istana Alwatzikoebillah pada tahun 2022 ini. Sebab sebelumnya telah dilakukan sebanyak tiga kegiatan lain yang dimulai sejak awal tahun 2022.

"Maka dari awal kegiatan kemarin yang pertama Februari kita melakukan kegiatan haul, kemudian dilanjutkan dengan peringatan hari jadi Kota Sambas, kemudian dilanjutkan dengan pagelaran seni budaya warisan budaya tak benda, kemudian yang terakhir ini pagelaran dzikir peringatan maulud Nabi Muhammad SAW," kata Uray Riza.

Uray Riza mengungkapkan, rencana pada tahun akan datang kegiatan-kegiatan dapat kembali digelar di istana Alwatzikoebillah Sambas. Sehingga hal itu dilakukan sebagai ajang promosi salah satu tempat wisata yang menjadi ikon kota Sambas.

"Di Sambas ini peringatan maulid sampai 4 bulan, jadi peringatannya di mulai robiul awal. Kita juga punya rencana di istana kita, ada event awal tahun, tengah tahun, dan akhir tahun. Ada haul, peringatan hari jadi kota Sambas, dan maulud nabi," jelas Uray Riza.

Uray Riza berharap melalui kegiatan-kegiatan yang digelar di istana Alwatzikoebillah dapat menjadi daya tarik bagi istana Alwatzikoebillah. Uray Riza juga meminta pemerintah daerah kembali memberikan dukungan untuk melaksanakan kegiatan di istana Alwatzikoebillah lagi.

"Harapan kita ingin mengembalikan istana Alwatzikoebillah sebagai pusat budaya, pusat sejarah, dan menarik wisatawan lokal hingga mancanegara. Selain itu kita juga berharap Pemda masih mendukung kegiatan kita dari segi pembiayaan sehingga semua dapat berjalan sesuai yang kita harapkan," pungkas Uray Riza.

Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved