Pemkab Landak Gelar Upacara Hari Guru dan HUT PGRI 2022, Harap Guru Tingkatkan Merdeka Belajar
Pj. Bupati Landak, Samuel yang bertindak sebagai Pembina Upacara membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudri
Penulis: Marpina Sindika Wulandari | Editor: Faiz Iqbal Maulid
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Landak laksanakan Upacara Peringatan Hari Guru Tahun 2022 dan HUT Ke-77 PGRI di Lapangan Upacara Persekolahan Maniamas Ngabang, Kabupaten Landak, Provinsi Kalimantan Barat, Jumat 25 November 2022.
Pj. Bupati Landak, Samuel yang bertindak sebagai Pembina Upacara membacakan sambutan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Republik Indonesia tentang platform Merdeka Mengajar.
Samuel mengatakan platform Merdeka Mengajar yang telah diluncurkan oleh Kemendikbudristek pada awal tahun ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan guru akan ruang untuk belajar, berkarya, dan berkolaborasi.
“Platform tersebut dibuat berdasarkan kebutuhan yang ada di lapangan. Ini adalah perubahan besar cara kerja pemerintahan dalam melayani masyarakat. Dengan Platform Merdeka Mengajar, guru bisa mengakses modul pembelajaran dengan gratis, menggugah dan membagikan konten-konten praktik baik pembelajaran, dan terkoneksi dengan dengan rekan sesama guru dari daerah lain, " kata Samuel.
• Amanat Mendikbudristek RI Dalam Peringatan Hari Guru di Mempawah
• Meski Hujan Deras Saat Upacara, Peserta Peringatan Hari Guru Pantang Bubar Dari Barisan
Saat ini sudah ada lebih dari 1,6 juta pengguna platform Merdeka Mengajar. Para pengguna itu ada para guru yang tidak takut untuk berinovasi, sadar dan paham waktunya untuk bertransformasi.
Sementara itu, saat ini juga sudah ada 50.000 Guru Penggerak dan akan terus didorong agar jumlah tersebut terus bertambah hingga di seluruh penjuru Nusantara.
Di mana Program Guru Penggerak bertujuan untuk menghasilkan generasi baru kepemimpinan pendidikan Indonesia. Mereka adalah guru yang menomorsatukan murid dalam setiap keputusannya, menjadi mentor bagi guru lainnya, dan berani melakukan terobosan.
Begitu pula dengan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan yang kini beroriantasi pada praktik pengalaman lapangan, mengedepankan metode inkuiri, dan membiasakan guru melakukan refleksi.
“Kami saat ini juga terus memprioritaskan pengangkatan guru honorer sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui seleksi ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK).
"Saya tidak menutup mata bahwa memang masih banyak hal yang perlu disempurnakan dalam program ini. Karena itulah semua dari kita harus bergotong-royong agar target kita, yakni satu juta guru diangkat sebagai ASN PPPK, dapat segera terwujud,” tutup Samuel saat menutup sambutan Mendikbudristek.
Cek berita dan artikel mudah diakses di Google News