Kepala OJK Provinsi Kalbar Muhammad Yasin Sebut Pertumbuhan Perbankan Cukup Signifikan di Kalbar
Selain ketidakpastian ekonomi dan politik tersebut, industri perbankan kata Yasin juga dihadapkan pada semakin ketatnya persaingan...
Penulis: Tri Pandito Wibowo | Editor: Mirna Tribun
Hadir juga Vajarudin, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk KC Pontianak yang menyampaikan materi terkait Kredit Modal Kerja (KMK) UMKM.
Untuk menjaga stabilitas industri perbankan di Kalbar, OJK Kalbar kata Yasin senantiasa melakukan pengawasan secara holistik, tidak hanya deskriptif dan diagnostic namun juga prediktif dan preskriptif.
OJK Kalbar menerapkan early warning system melalui permodelan dan stress-testing untuk mengukur dampak dari perubahan indikator makroekonomi dan sektoral serta kebijakan fiskal dan moneter terhadap kinerja perbankan khususnya risiko likuiditas, kredit dan pasar untuk periode saat ini dan periode yang akan datang sehingga dapat dilakukan tindakan pengawasan secara cepat dan tepat.
"Harapan saya, program capacity building ini diharapkan mampu memberikan wawasan bagi industri perbankan di Kalimantan Barat agar mampu lebih adaptif dan inovatif dalam mengembangkan produk dan layanan kepada masyarakat sehingga mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan," ujarnya. (*)