Total Stok Vaksin di Kalbar Masih Tersedia 52.386 Dosis Jenis Pfizer

“Kalau pun sudah vaksin satu dan dua, lakukan booster untuk memperpanjang tingkat kekebalan dan mengurangi resiko akibat covid-19,”pungkasnya.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Try Juliansyah
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ YOUTUBE
Ilustrasi vaksinasi. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berdasarkan data SMILE yang dikeluarkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar per 17 November 2022 total sisa stok vaksin yang tersebar di kabupaten kota sebanyak 52.386 dosis, dengan jenis vaksin Pfizer.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Hary Agung Tjahyadi menjelaskan bahwa sejak akhir Oktober 2022 ketika Kalbar menerima distribusi vaksin dari Kemenkes langsung didistribusikan ke kabupaten kota.

“Jadi sejak awal November kabupaten kota di Kalbar sudah menerima distribusi vaksin dari provinsi,” ujarnya kepada Tribun Pontianak,Jumat 18 November 2022

Ia menambahkan dengan telah di distribusikannya vaksin ke kabupaten kota di Kalbar. Saat ini daerah tetap melakukan pelayanan vaksinasi baik di Faskes maupun di pusat vaksinasi yang telah ditentukan lokasinya oleh Diskes.

Sebanyak 2.533 Pendaftar PPPK Formasi Guru Pemprov Kalbar Dinyatakan Lulus Administrasi

Berikut Menteri yang Direncakan Hadir pada Forum Bergengsi BIMP-EAGA ke-25 di Kalbar

Sedangkan, berdasarkan Data yang dikeluarkan Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, per 17 November 2022 untuk cakupan vaksinasi Booster masih diangka 22,90 persen, vaksinasi kedua 65,41 persen, dan vaksinasi pertama 79,59 persen.

“Kalau melihat capaian vaksinasi Kalbar untuk saat ini kita perlu mengejar vaksinasi booster karena masih diangka 22,90 persen. Jadi rentangnya masih jauh yang seharusnya 70 persen paling tidak mendekati dari vaksinasi kedua,”tegas Hary.

Oleh karena itu masyarakat tetap diimbau melakukan vaksinasi. Ia mengajak untuk segera datang ke pusat layanan vaksinasi maupuna faskes terdekat.

“Masyarakat segeralah lakukan booster dan segera mendatangi faskes terdekat yang memberikan pelayanan vaksinasi,”ajaknya.

Ia menegaskan vaksinasi ini sudah terbukti bagi mereka yang sudah melakukan vaksin maka mereka akan punya kekebalan yang lebih kuat dengan rentang waktu yang lebih panjang.

Oleh karena itu resiko kesakitan dan keparahan serta kematian lebih kecil dibandingkan mereka yang tidak melakukan vaksin.

“Ini sudah terbukti pada saat kejadian peningkatan atau lonjakan kasus di awal tahun lalu,”jelasnya.

Dimana memang terbukti kasus yang meninggal sebagian besar mereka yang punya komorbid dan ada yang belum melakukan vaksinasi.

“Kita beberapa bulan ini mesti pun muncul sub varian baru dari omicron dari bulan Agustus , September, Oktober tidak ada angka kematian yang dilaporkan akibat covid-19,”ungkapnya.

Maka dari itu, ia mengimbau kepada masyarakat yang berisiko dengan mobilitas dan mortalitas resiko kesakitan dan kematian untuk segera melakukan vaksinasi.

“Saya kira perlu terus diimbau pada kelompok lansia yang mempunyai komorbid,”ucapnya.

Meskipun punya komorbid, terlebih dahulu bisa dilakukan pemeriksaan oleh Nakes. Sehingga apabila masih memungkinkan dilakukan vaksinasi, maka untuk segera dilakukan.

“Kalau pun sudah vaksin satu dan dua, lakukan booster untuk memperpanjang tingkat kekebalan dan mengurangi resiko akibat covid-19,”pungkasnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved