Pola Hidup Sehat
Waspada Ciri Asam Lambung Naik Saat Tidur, Ini Dampaknya!
Saat hal ini terjadi, maka akan muncul sensasi panas atau terbakar pada dada atau heartburn dan rasa tidak nyaman di perut.
Penulis: Maudy Asri Gita Utami | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Penderita asam lambung atau GERD merupakan penyakit yang sangat menyiksa.
Penyakit asam lambung adalah penyakit dimana lambung seseorang memproduksi asam lambung lebih banyak dari biasanya, atau asam lanbungnya naik dari lambung menuju kerongkongan, atau bahkan sampai rongga mulut.
Kondisi ini menyebabkan munculnya gejala berupa nyeri pada ulu hati, sesak napas, nyeri dada, dada terasa panas, mual, muntah, kembung, dan lidah terasa pahit.
“Dua hal terkait tidur pada penderita asam lambung adalah jangan segera berbaring setelah makan, dan upayakan untuk tidur berbaring dengan bantal yang lebih tinggi,” jelas dr. Amadeo Drian Basfiansa dikutip dari alodokter.com.
Anjuran untuk tidak segera berbaring setelah makan adalah karena dikhawatirkan, dengan posisi kita yang horizontal, makanan dan asam lambung lebih mudah untuk mengalir ke kerongkongan lantaran tidak lagi tertahan oleh gravitasi.
• Pertolongan untuk GERD Kambuh dan Asam Lambung Naik
Mereka dengan penyakit asam lambung sebaiknya mulai berbaring paling cepat 30 menit setelah makan, atau bisa lebih lama tergantung dari apakah makanan di perutnya sudah terasa 'turun' atau belum.
Sama halnya dengan memberikan bantal yang lebih tinggi ketika berbaring, tujuannya adalah agar asam lambung dan makanan tetap berada di lambung.
Dengan posisi yang lebih naik dari perut, asam lambung akan sulit naik karena akan cukup tertahan oleh gravitasi.
Selain itu, penting juga untuk menghindari kekambuhannya itu sendiri, yakni dengan makan tepat waktu, menghindari asap rokok, menghindari makanan pedas, asam, berminyak dan berlemak, menghindari kopi, serta memperbanyak konsumsi air putih hangat dan mengelola stress dengan baik.
• Asam Lambung Kumat Mendadak, Obati dengan Cara Berikut Ini
Tanda Asam Lambung Naik
Sebaiknya jangan sepelekan kondisi nyeri dada yang menyebabkan rasa panas atau heartburn yang muncul setelah mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein tinggi.
Bisa jadi kondisi ini merupakan ciri dari asam lambung naik.
Penyakit asam lambung nyatanya sering salah diartikan sebagai penyakit gangguan jantung karena gejala utamanya yang hampir sama, yaitu nyeri pada bagian dada.
Kondisi ini terjadi karena zat asam dari lambung naik menuju kerongkongan.
Hal itu kemudian menyebabkan dinding kerongkongan dan juga mulut mengalami iritasi.
Saat hal ini terjadi, maka akan muncul sensasi panas atau terbakar pada dada atau heartburn dan rasa tidak nyaman di perut.
Kondisi ini akan semakin lebih terasa setelah pengidap mengonsumsi makanan atau berbaring.
• Cara Tepat Mengobati Asam Lambung dan Maag Agar Tak Berubah Menjadi GERD
Melansir dari American Academy of Allergy Asthma and Immunology, selain heartburn dan asam pada mulut, ada beberapa tanda lain yang menjadi ciri-ciri asam lambung naik, seperti mudah kenyang, lebih sering bersendawa, sakit tenggorokan, mual, muntah, produksi air liur lebih banyak, bau mulut, dan mengalami batuk tanpa dahak.
Namun jangan khawatir, kondisi ini masih dianggap wajar apabila tidak terjadi selama beberapa hari, terjadi sebanyak 1–2 kali dalam satu bulan, muncul gejala setelah kamu mengonsumsi makanan dalam jumlah banyak serta setelah mengonsumsi makanan berlemak dan pedas.
GERD dapat menjadi tanda adanya gangguan kesehatan.
Hal ini menyebabkan gejala terjadi dalam durasi yang panjang, sering muncul, menyebabkan muntah bercampur darah, nyeri hingga ke rahang, dan disertai dengan kondisi sesak napas.
Kamu dapat segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat untuk penanganan keluhan kesehatan yang dialami.
Dilansir dari halodoc.com, melemahnya otot bagian kerongkongan nyatanya menjadi salah satu penyebab mengapa seseorang mengalami penyakit GERD.
• Bahaya GERD dan Dampaknya Pada Tubuh, Obati dengan Daun Kemangi
Pada pengidap asam lambung, otot tidak dapat menutup secara rapat sehingga mengakibatkan asam lambung naik kembali menuju kerongkongan.
Ada beberapa kondisi yang dapat meningkatkan risiko melemahnya otot pada kerongkongan, seperti kondisi obesitas, usia lanjut, kondisi hamil, terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas, alkohol, merokok, bahkan kondisi stres pun dapat menyebabkan otot kerongkongan tidak bekerja secara maksimal.
Tidak hanya gaya hidup dan pola makan saja, nyatanya asam lambung naik juga dapat disebabkan oleh adanya beberapa penyakit, seperti gastroparesis, scleroderma, hingga hernia hiatus. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/gejala-heartburn-dan-GERD-ketida-sedang-tidur.jpg)