Pola Hidup Sehat

Dampak Buruk Diabetes, Bisa Memicu Kerusakan Otot dan Tulang

Selama ini banyak orang mungkin telah memahami bahwa diabetes adalah penyakit yang tak boleh dianggap remeh atau dibiarkan begitu saja.

Tayang:
Kompas.com/iStock/SbytovaMN
Ilustrasi cerebral palsy dengan gangguan tulang. 

TRIBUNPONTIANK.CO.ID- Diabetes selama ini cenderung lebih sering dikaitkan dengan penyakit jantung dan stroke.

Nah, salah satu komplikasi diabetes yang bisa juga terjadi yakni kerusakan tendon. Banyak orang mungkin belum mengetahui akan hal ini.

Selama ini banyak orang mungkin telah memahami bahwa diabetes adalah penyakit yang tak boleh dianggap remeh atau dibiarkan begitu saja.

Diabetes adalah penyakit kronis yang ditandai dengan kadar gula darah tinggi di atas normal.

Secara umum seseorang dapat didiagnosis mengalami diabetes ketika memiliki kadar gula darah saat puasa di atas 126 mg/dL dan kadar gula darah 2 jam sesudah makan mencapai di atas 200 mg/dL.

4 Makanan Pengganti Nasi yang Baik untuk Penderita Diabetes

Pasalnya, diabetes bisa menimbulkan banyak komplikasi yang dapat menurunkan kualitas hidup atau bahkan mengancam jiwa.

Padahal dampak turunan dari diabetes bisa dikatakan seperti tidak ada habisnya, termasuk dapat merusak tendon jika tidak dikontrol dengan baik.

Bagaimana diabetes bisa menyebabkan kerusakan tendon?

Dilansir dari WebMD, jika Anda menderita diabetes dan merasakan sakit saat bergerak, bisa jadi ada masalah dengan tendon Anda.

Tendon berbeda dengan otot.

Tendon adalah “tali” yang berfungsi menghubungkan otot-otot ke tulang.

Tendon ada di seluruh tubuh Anda, termasuk di bahu, lengan, pergelangan tangan, pinggul, lutut, dan termasuk pergelangan kaki.

Tendon-tendon ini mentransfer kekuatan dari otot Anda ke tulang Anda sehingga Anda bisa bergerak.

Untuk diketahui, kadar gula darah tinggi yang menyertai penyakit diabetes bisa berperan dalam menimbulkan masalah tendon.

Manfaat Sinar Matahari Baik untuk Mencegah Diabetes dan 8 Penyakit Lain Berikut Ini

Jika diabetes Anda tidak terkendali atau terkontrol, tendon Anda bisa menebal secara abnormal dan menjadi lebih mungkin robek.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved