Kabar Artis

Luna Maya Soroti Sistem Keselamatan dan Prosedur Darurat Taksi Listrik

Luna Maya pun menyoroti aspek keselamatan kendaraan listrik, khususnya saat mengalami mati total di lokasi berisiko seperti perlintasan kereta

Tayang:
Instagram
AKTRIS- Luna Maya juga menyoroti fakta bahwa korban meninggal dunia seluruhnya merupakan perempuan yang berada di gerbong khusus wanita. Hal itu membuat tragedi Bekasi Timur meninggalkan luka emosional yang mendalam. 

Ringkasan Berita:
  • Selain kendaraan listrik, Luna juga menyoroti sistem keselamatan perkeretaapian, termasuk kemungkinan adanya gangguan pada sistem persinyalan atau keterlambatan dalam proses pengereman kereta.
  • Deddy menjelaskan bahwa sistem sinyal di jalur tersebut telah menggunakan sistem otomatis, sehingga tidak lagi bergantung pada pengendalian manual petugas. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Peristiwa kecelakaan beruntun yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada akhir April 2026 terus menjadi perhatian publik. 

Insiden yang melibatkan kereta api dan kendaraan di perlintasan ini memicu diskusi luas, termasuk dari kalangan selebritas seperti Luna Maya.

Dalam perbincangannya di podcast TS Talks, Luna mempertanyakan bagaimana kejadian yang awalnya tampak sederhana bisa berkembang menjadi kecelakaan besar yang menelan korban jiwa.

Diketahui, insiden bermula dari sebuah taksi listrik yang mengalami mogok di perlintasan liar dekat stasiun. 

Tak lama kemudian, kendaraan tersebut tertabrak KRL dan memicu rangkaian kejadian yang berujung pada tabrakan susulan antar kereta.

Menurut Deddy Herlambang, kecelakaan awal tersebut menciptakan efek domino hingga terjadi benturan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL yang tengah berhenti.

Ahmad Dhani Soroti Tangisan Maia Estianty di Acara El Rumi, Singgung Soal Drama Baru

Luna Maya pun menyoroti aspek keselamatan kendaraan listrik, khususnya saat mengalami mati total di lokasi berisiko seperti perlintasan kereta. 

Ia mempertanyakan apakah terdapat sistem darurat yang memungkinkan kendaraan segera dipindahkan dalam kondisi genting.

Menanggapi hal itu, Deddy menyampaikan bahwa pihaknya meminta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk melakukan pendalaman terkait penyebab kendaraan tersebut tidak dapat dipindahkan saat mogok di rel.

Selain kendaraan listrik, Luna juga menyoroti sistem keselamatan perkeretaapian, termasuk kemungkinan adanya gangguan pada sistem persinyalan atau keterlambatan dalam proses pengereman kereta.

Deddy menjelaskan bahwa sistem sinyal di jalur tersebut telah menggunakan sistem otomatis, sehingga tidak lagi bergantung pada pengendalian manual petugas. 

Meski demikian, ia mengakui masih diperlukan investigasi lebih lanjut untuk memastikan faktor penyebab utama kecelakaan.

Kasus ini menjadi pengingat penting akan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan, baik pada kendaraan listrik maupun transportasi kereta api, guna mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Ia menambahkan bahwa faktor kecelakaan kereta tidak hanya berasal dari sistem sinyal, tetapi juga bisa dipengaruhi kondisi sarana, manajemen, hingga faktor manusia. Semua kemungkinan disebut masih dalam tahap investigasi.

Luna Maya kemudian mempertanyakan mengapa kereta tidak langsung berhenti ketika melihat hambatan di depan rel. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved