Dampak Bahaya Banjir Terhadap Kesehatan dan Lingkungan, Berikut Tips Antisipasinya
Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Kuman ini bisa menyebar melalui makanan dan air yang ko
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
2) Waspada terhadap kemungkinan binatang berbisa seperti ular, lipan, tikus, kecoa, lalat, dan nyamuk yang ikut terbawa aliran banjir.
3) Gunakan antiseptik untuk membunuh kuman kuman penyakit.
4) Segera gunakan persediaan air bersih untuk mengurangi risiko diare karena penyakit ini paling sering menjangkit korban banjir.
5) Usahakan selalu waspada apabila kemungkinan terjadi banjir susulan.
6) Terus ikuti perkembangan informasi mengenai banjir dari media serta petugas di komunitas anda.
Diharapkan agar pemerintah Provinsi/Kab/kota dan Pemerintah Pusat dapat meningatkan upaya dan langkah-langkah setrategis pencegahan banjir secara dini terutama dalam membuat kebijakan/perturan yang cermat dan tegas dalam hal penggunaan lahan pada wilayah DAS dan tata wilayah dan tata ruang di masing-masing wilayah Provinsi/kabupaten/Kota.
Diharapkan juga, warga masyarakat ikut berpartisipas aktif melalui tindakan sederhana untuk meminimalkan dampak banjir bagi lingkungan sekitar kita, antara lain dengan cara membuang sampah pada tempatnya dan bergotong royong rutin membersihakan parit disekitar kita, serta membuat sumur-sumur persepan untuk mengurangi genaangan air hujan.
"Semoga kita dihindarkan dari bahaya banjir bandang yang berbahya, serta semoga dapat mengantisipasi banjir dan dampaknya, sehingga tidak sampai mengganggu rutinitas dan yang terpenting semoga kesehatan kita, dan anggota keluarga tetap terjaga," ucapnya. (*)
Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Warga-di-Kaliasin-RT-22-RW-04-Kelurahan-Sedau2435rf.jpg)