Dampak Bahaya Banjir Terhadap Kesehatan dan Lingkungan, Berikut Tips Antisipasinya
Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Kuman ini bisa menyebar melalui makanan dan air yang ko
Penulis: Faisal Ilham Muzaqi | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Banjir merupakan salah satu bencana alam yang sering terjadi di beberapa wilayah dataran rendah. Selain karena kondisi geografis, cuaca. Banjir juga bisa disebabkan oleh manusia.
Pengamat Ekologi dan Masalah Lingkungan, Dr. Malik Saepudin, SKM, M.Kes menjelaskan tentang dampak yang disebabkan dari banjir.
Menurut Dosen Poltekkes Kemenkes Pontianak ini, selain berdampak terhadap lingkungan, banjir juga berdampak terhadap kesehatan manusia diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Dampak dari banjir bisa mengancam terhadap manusia melalui sncaman penyakit. Adanya banjir akan mencemari sumber-sumber air tanah sehingga tidak layak konsumsi.
Selain itu, sampah-sampah yang hanyut terbawa arus banjir akan menimbulkan beragam penyakit, seperti penyakit kulit, diare, dan gangguan pencernaan.
Demam tifoid atau tipes adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi. Kuman ini bisa menyebar melalui makanan dan air yang kotor, termasuk air banjir.
• BPBD Kalbar Sebut 3 Kecamatan di Singkawang Terdampak Banjir, 1.000 KK Terdampak
Setelah banjir surut, genangan-genangan air yang tersisa menjadi tempat favorit nyamuk untuk bertelur.
2. Korban Jiwa, Bencana banjir yang parah akan mengancam nyawa manusia. Misalnya pada jenis banjir bandang. Material-material padat dapat menghantam pemukiman warga dan menimbulkan korban meninggal.
3. Mengganggu Aktivitas Manusia, Genangan air akan menggangu kegiatan manusia sehari-hari. Mobilitas masyarakat akan terganggu, perekonomian akan lumpuh dan kegiatan belajar mengajar tidak dapat dilakukan.
4. Kerugia Materi Arus banjir yang kuat dapat menyeret apapun yang dilewatinya. Harta benda seperti kendaraan, rumah, dan materi lain dapat hanyut dan hilang terbawa arus.
5. Sarana dan Prasarana Rusak, Sarana dan prasarana publik akan lumpuh akibat kerusakan yang ditimbulkan oleh banjir. Pemadaman listrik menjadi hal yang akan dilakukan oleh PLN untuk mengurangi risiko warga terkena sengatan listrik. Sektor-sektor pelayanan publik juga akan lumpuh dan mengakibatkan tidak bergeraknya ekonomi sehari-hari.
Upaya yang bisa dilakukan mencegah Penularan Penyakit
1. Menjaga Kebersihan dalam hal ini pastikan makanan dan minuman serta tempat tinggal dalam kondisi bersih.
2. Memperkuat daya tahan tubuh. Hal ini bisa dilakukan melalui olahraga secara teratur
3. Menghindari gigitan nyamuk. Ketika tidur bisa menggunakan kelambu atau juga melakukan bentuk pencegahan gerakan 3M, yaitu dengan menutup tempat penampungan air, menguras bak air secara rutin, dan mengubur barang bekas yang berpotensi menimbulkan genangan air, seperti kaleng dan botol.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/Warga-di-Kaliasin-RT-22-RW-04-Kelurahan-Sedau2435rf.jpg)