Doa Katolik

Renungan Harian Katolik Senin 7 November 2022, Menjadi Pribadi yang Hidupnya tidak Menyesatkan Orang

Lihat bacaan renungan harian Katolik Senin 7 November 2022 hari Minggu biasa XXXII dengan bacaan injil diambil dari Lukas 17:1-6.

KOLASE/TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
Lihat bacaan renungan harian Katolik Senin 7 November 2022 hari Minggu biasa XXXII dengan bacaan injil diambil dari Lukas 17:1-6. 

Karena bukannya mengajak umat untuk saling menghargai, saling mengasihi dan saling mengampuni, tetapi sebaliknya dia berlaku seperti 'kompor' yang siap memanas-manasi umatnya untuk membenci penganut agama lain.

Jelas ini bertolak belakang dengan hakikat agama mana pun.

Paulus melalui pesannya kepada Titus, mengingatkan kita untuk benar-benar memilih para penatua (pemuka agama) dengan kriteria/syarat yang ketat.

Yaitu orang-orang tak bercacat, yang hanya mempunyai satu istri, tidak angkuh, bukan pemberang, bukan peminum, bukan pemarah, tidak serakah melainkan suka memberikan tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri, dll.

Paulus menekankan hal ini dengan sangat keras, karena seorang pemimpin harus bisa menjadi teladan dan panutan.

Maka, menjadi sangat memprihatinkan dan sangat miris, kalau sekarang ini ditemukan banyak para pembicara/pengajar agama yang hari-hari hanya menjelekkan agama lain.

Kita bisa menilai kualitas mereka seperti apa dan mau dibawa ke mana umat mereka?

Nurani kita bisa menilai hal itu.

Dalam bacaan Injil, Yesus menegaskan kembali bahwa kita semua tanpa terkecuali dipanggil untuk menjadi seorang pribadi yang hidupnya tidak menyesatkan orang lain terutama yang lemah, melainkan menjadi berkat bagi sesama.

Maka, jika ada saudara kita yang salah, tegurlah dia, jika dia menyesal, ampunilah dia.

Bahkan, 'jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau 7 kali sehari dan 7 kali ia kembali kepadamu dan berkata, "Aku menyesal," engkau harus mengampuni dia.

Apakah kita siap mengampuni sesama?

Ya Allah, bentuklah kami menjadi pribadi yang bijak, yang siap menjadi berkat bagi sesama tanpa memandang SARA.

Dengan demikian, hidup kami menjadi sumber sukacita di mana pun kami berada. Amin.

Sumber: adiutami.com

(*)

[Update informasi seputar Katolik]

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved