Perigee Akan Terjadi Pada 26 November 2022, Singkawang dan Sambas Waspada Banjir Rob

"Pasang air laut maksimum akibat fase bulan baru akan terjadi pada tanggal 26-30 November 2022 pada pukul 07.00 - 13.00 WIB," jelasnya.

Heuler ANDREY / AFP
ILUSTRASI PURNAMA PERIGE - Sebuah pesawat lewat di depan bulan purnama seperti yang terlihat dari Curitiba, Brasil pada 9 Maret 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi kelas I Supadio Pontianak, Sutikno mengatakan gerhana bulan tidak berdampak terhadap kondisi cuaca ataupun pasang surut air laut.

Namun pasang air laut maksimum di sekitar Kota Pontianak pada fase bulan purnama diprakirakan terjadi pada tanggal 12 hingga 17 November 2022 pada pukul 09.00 - 15.00 WIB.

Sedangkan untuk fase bulan baru, baru akan berdampak pada perubahan pasang surutnya air laut yang terjadi pada tanggal 26 hingga 30 November 2022.

"Pasang air laut maksimum akibat fase bulan baru akan terjadi pada tanggal 26-30 November 2022 pada pukul 07.00 - 13.00 WIB," jelasnya.

Gerhana Bulan Tak Berpengaruh Terhadap Kondisi Cuaca, Begini Penjelasan BMKG Kalbar

"Posisi bulan ketika lebih dekat ke bumi (Perigee), akan terjadi pada tanggal 26 November 2022, sehingga sekitar tanggal tersebut perlu diwaspadai potensi genangan ataupun banjir rob di pesisir barat Kalimantan Barat," tambahnya.

Adapun beberapa wilayah yang perlu waspada terhadap potensi genangan atau banjir rob tersebut mulai dari Ketapang, kayong utara, Kubu Raya, Pontianak, Mempawah, Bengkayang, Singkawang Hingga Sambas.

"Perige selanjutnya akan terjadi pada tanggal 24 Desember 2022, yang juga akan bersamaan dengan fase bulan baru, sehingga sekitar tgl 24 Desember juga perlu diwaspadai pasang air laut yang cukup tinggi yang dapat menimbulkan banjir di pesisir barat Kalimantan Barat," tuturnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved