Gerhana Bulan Tak Berpengaruh Terhadap Kondisi Cuaca, Begini Penjelasan BMKG Kalbar

"Selain itu juga dipengaruhi oleh posisi bulan ketika lebih dekat ke bumi (Perigee), apalagi jika pada saat fase bulan baru atau bulan purnama bersama

TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi - Gerhana bulan total akan kembali terjadi dan bisa diamati di Indonesia. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Koordinator Data dan Informasi Stasiun Meteorologi kelas I Supadio Pontianak, Sutikno mengatakan gerhana bulan tidak berdampak terhadap kondisi cuaca ataupun pasang surut air laut.

Diketahui gerhana bulan penuh akan terjadi pada tanggal 8 November 2022 mendatang.

"Gerhana bulan tidak berdampak terhadap kondisi cuaca, jika berdampak pun dampaknya kecil, tidak signifikan," katanya kepada tribunpontianak.co.id pada Minggu, 6 November 2022.

Sutikno juga menjelaskan pasang air laut tidak dipengaruhi oleh gerhana bulan, namun dipengaruhi oleh fase bulan baru dan bulan purnama.

"Selain itu juga dipengaruhi oleh posisi bulan ketika lebih dekat ke bumi (Perigee), apalagi jika pada saat fase bulan baru atau bulan purnama bersamaan dengan fase bulan Perigee, maka dampak pasangnya akan lebih tinggi," jelasnya.

Berikut Imam dan Khotib Pelaksanaan Shalat Gerhana Bulan Total di Masjid Muhammadiyah At-Tanwir

Namun demikian, ketika terjadi gerhana di suatu wilayah bisa saja kering, dan wilayah lain terjadi hujan lebat atau cuaca ekstrem.

"Itu bisa terjadi karena gerhana tidak berdampak terhadap kondisi cuaca," jelasnya.

Di sisi lain, ia juga mengatakan kondisi cuaca wilayah Kalimantan Barat masih berpotensi hujan lebat.

"Untuk di wilayah Kalimantan Barat saat ini masih berpotensi hujan lebat hingga setidaknya tanggal 12 November 2022," tutupnya. (*)

Cek Berita dan Artikel Mudah Diakses di Google News

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved